B-Hotel Nets

Responsive Ads Here

Selasa, 20 Agustus 2019

Warga Cimahi Sayangkan Pernyataan Walikota Cimahi Terkait Gugatan Guest House Di Setraduta

Warga Blok L5 Kompleks Perumahan Setraduta Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi menyayangkan pernyataan dari Walikota Cimahi Ajay M. Priatna mengenai gugatan perizinan guest house Rozelle yang tengah disengketakan di pengadilan. Masyarakat berharap fungsi dari perumahan dapat dikembalikan ke fungsi awal yaitu menjadi ruang hunian bukan tempat komersil.

Hal tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum warga Blok L5 Setraduta, Denny Chandra S.H.
"Kami sangat menyayangkan pernyataan dari Pak Ajay yang dimana mengatakan bahwa dirinya akan memeriksa terlebih dahulu terkait dokumen guest house tersebut yang dimana ini merupakan perkara yang sudah lebih dari 1 tahun. Kami mempertanyakan apakah Pak Wali baru akan mengecek ketika masalah sudah ada di pengadilan. Tuntutan kami ya agar hunian tetap sesuai peruntukannya," jelasnya.

Menurut warga yang berada di Blok L5, pemukiman tersebut sudah ada sebelum guest house Rozelle berdiri. "Hal tersebut tinggal dilihat dari IMB rumah warga dengan milik guest house apakah milik warga yang terlebih dahulu atau guest house. Selain itu, dari RDTR pun terlihat bahwa Setraduta adalah wilayah untuk perumahan," jelasnya.

Warga menjelaskan bahwa penolakan pendirian guest house di area permukiman bukan didasari oleh konflik personal.

Warga Cimahi Sayangkan Pernyataan Walikota Cimahi Terkait Gugatan Guest House Di Setraduta

"Apabila hotel tersebut milik pejabat atau siapaun, pasti tetap akan diprotes oleh warga. Kami sudah meminta pembicaraan untuk menyampaikan keberatan atas perizinan yang diberikan oleh Pemkot kepada Walikota Cimahi sehingga hal ini dapat terang benderang terkait permasalahan tersebut akan tetapi keinginan warga tersebut tidak ditanggapi," jelasnya.

Bahkan, menurut Denny, perkembangan terakhir di lapangan setelah sidang pemeriksaan setempat, warga yang berada di blok lain menyaksikan pemeriksaan juga menyampaikan protes.

"Mereka juga merasa keberatan kalau wilayah hunian Setraduta berubah menjadi tempat komersil. Warga yang bergabung dalam protes ini semakin banyak karena warga dari blok lain secara spontanitas ikut membuat petisi menolak kehadiran guest house dan kami telah menyerahkan petisi tersebut sebagai salah satu alat bukti pada sidang PTUN," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Cimahi Hella Haerani menjelaskan bahwa penerbitakn IMB untuk guest house yang berada di permukiman Setraduta telah sesuai dengan aturan.

"Kami telah mempelajari berkas yang ada bahwa IMB dikeluarkan pada 4 Oktober 2018 No. 503.60203/1538/DPMPTSP/2018 atas naam Heni Sujarwo. Menurut kami sudah sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Persyaratan lengkap termasuk didalamnya adalah izin tertangga, kamis udah berkoordinasikan dengan bagian hukum Sekretaris Daerah Cimahi dan Kejaksaan Negeri Cimahi," jelasnya.

Menurut Hella, pihaknya tidak akan mengeluarkan izin IMB jika pemohon tidak memenuhi berkas yang telah menjadi syarat pengajuan IMB.

"Izin tertangga, pernyataan RT, RW, lurah dan camat juga telah dilengkapi oleh pemohon. Jika syarat sudah lengkap akan tetapi tidak diterbitkan maka Pemkot dapat dipidana," jelasnya.

Soal sah atau tidaknya persyaratan yang diserahkan pemohon untuk mengurus izin bukan menjadi kewenangan DPMPTSP.

"Kami hanya mengurus soal administrasi karena sudah lengkap sehingga kami terbitkan. Untuk masalah validalitasnya merupakan kewenangan dari dinas lain seperti DPUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan dan aparat kewilayahan RT/RW," jelas Hella.

Pemilik guest house diketahui mengajukan permohonan perizinan dengan mengambil formulir pada 19 Januari 2015 yang dimana diserahkan kembali pada 19 September 2018 setelah melengkapi semua syarat untuk mendirikan guest house tersebut.

Mengenai keinginan masyarakat agar IMB dari guest house Rozelle dicabut, Hella menegaskan bahwa pihaknya tidak dapat dengan seenaknya mencabut IMB yang telah diterbitkan.

"Intinya tunggu putusan dari pengadilan. Kami tidak dapat mencabut begitu saja karena saat ini dalam proses peradilan. Kalau di pengadilan diputuskan bahwa IMB tersebut cacat hukum maka terdapat prosedur yang harus ditempuh untuk melakukan pencabutan. Tidak dapat begitu saja di cabut," tuturnya.

Harris Hotel Semarang Berikan Paket Promo Untuk Memeriahkan HUT RI Ke-74

Harris Hotel Sentraland Semarang menawarkan sejumlah paket potongan harga khusus yang dimana berlangsung sepanjang Agustus 2019 sebagai bagian dari acara untuk memeriahkan HUT RI Ke-74.

Salah satu promo yang ditawarkan adalah paket promo "Gebyar Indonesia" yang dimana menawarkan harga spesial untuk paket menginap selama periode 12 hingga 31 Agustus 2019. Promo ini sendiri sudah termasuk didalamnya sarapan pagi dan makan siang.

Harris Hotel Semarang Berikan Paket Promo Untuk Memeriahkan HUT RI Ke-74

"Pengunjung hanya perlu membayar satu harga paket komplet untuk mendapatkan kamar hotel ditambah dengan sarapan dan makan siang. Harga yang ditawarkan sendiri mulai dari Rp 745.000 per malam tergantung jenis paket yang dipilih," kata perwakilan Pemasaran Dan Humas Harris Hotel Sentraland Semarang Agnes Indah.

Selain itu, Harris Hotel Sentraland Semarang juga menawarkan paket promo "MTP Merdeka" yang mana dibuat khusus untuk para anggota dari MTP (My Tauzia Privilege). Diskon yang diberikan untuk para pemegang anggota MTP adalah 17 persen untuk kamar dan 15 persen untuk F&B. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 481.000 per malam. Periode pemesanan untuk promo MTP Merdeka ini adalah 12 hingga 25 Agustus 2019 sedangkan menginap untuk periode 12 hingga 31 Desember 2019.

"untuk yang ingin menjadi anggota dari MTP sangat mudah. Hanya cukup mengkases situs dari MY Tauzia Privilege dan memasukan data diri," tambah Agnes.

Minggu, 11 Agustus 2019

Pemprov Sumsel Perbanyak Homestay Karena PD Dengan Peningkatan Wisatawan

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan percaya diri dapat meningkatkan jumlah wisatawan dan turis dengan menyediakan berbagai destinasi wisata baru baik dari lokasi atau atraksi karenanya, Pemprov akan memperbanyak pembangunan homestay baru terutama di kawasan destinasi wisata dengan menggandeng penduduk lokal dengan memberikan kredit bunga ringan.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Aufa Syahrizal menjelaskan bahwa jumlah homestay akan diperbanyak dengan cara memberdayakan masyarakat lokal yang tinggal di dekat destinasi wisata.

Nantinya para pemilik akan dibina untuk mengelola homestay dengan baik dengan melengkapi fasilitas kamar, tempat mandi hingga kebersihan dan keamannya. Untuk para warga lokal yang terkendala dana akan dibantu dengan bantuan kredit bunga rendah dari BPD Sumsel.

"Semakin banyak tentunya akan semakin bagus sehingga dapat memberdayakan ekonomi masyarakat lokal karena tidak semua daerah memiliki hotel dan penginapan yang memadai baik dalam layanan hingga jumlah kamar yang disediakan," kata Aufa.

Pemprov Sumsel Perbanyak Homestay Karena PD Dengan Peningkatan Wisatawan

"Dengan memberdayakan homestay ini secara tidak langsung juga menjadi bentuk pelayanan kepada wisatawan yang datang sehingga mereka dapat mempertimbangkan untuk berkunjung kembali," lanjutnya.

Dirinya mencontohkan destinasi Bukit Serelo, Kabupaten Lahat yang jaraknya cukup jauh dari Palembang. Kebanyakan wisatawan berkunjung ke Serelo karena ingin melihat sunrise akan tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai puncak karena membutuhkan jalan kaki 2 jam dari desa terdekat yaitu Desa Merapi Selatan.

"Wisatawan tentunya membutuhkan tempat untuk menginap seperti homestay. Selama ini tidak adanya penginapan membuat wisatawan harus memanfaatkan rumah warga," katanya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa berdasarkan pada Disbudpar Sumsel, jumlah homestay yang ada saat ini dan terdaftar adalah sekitar 190 unit. Akan tetapi jumlah sebenarnya dari homestay yang beroperasi disinyalir diatas itu karena masih banyak yang tidak mendaftarkan usahanya ke pemerintah setempat.

Sementara itu, Ketua Homestay Palembang, Ridwan menjelaskan bahwa Homestay di Palembang membutuhkan bantuan dari pemerintah baik untuk pemasaran hingga fasilitas.

"Sebenarnya homestay membutuhkan bantuan yang cukup banyak mulai dari kekurangan penghuni fasilitas," jelasnya.

Rhode Island Tolak Operator Hotel Dan Resort Di Negara Bagian Tersebut Mengelola Permainan Lotere

Gubernur Rhode Island Gina Raimondo tidak ingin Twin River Worldwide Holdings yang mengoperasikan hotel dan resort sekaligus operator tunggal casino dan hotel di Rhode Island menggantikan International Game Technology sebagai penyuplai permainan lotere dan togel untuk negara bagian.

Baru-baru ini, Twin River menawarkan kepada Rhode Island 125 juta dollar AS tunai didepan untuk mengambilalih kontrak lotere dan togel dari IGT. Permainan judi togel dan lotere merupakan penghasil pendapatan ketiga terbesar untuk Rhode Island.

"Ini merupakn bisnis yang dimana mereka bisa operasikan dan kelola," kata Raimondo mengenai rencana Twin River. "Ini merupakan sumber penghasil ketiga terbesar di Rhode Island. Saya rasa merupakan hal yang sangat beresiko jika mengalihkan bisnis ini kepada operator yang tidak memiliki rekam jejak di bisnis ini."

Twin River menawarkan untuk menjadi penyuplai Rhode Island setelah mereka melawan keputusan Raimondo yang memberikan secara langsung kontrak lanjutan 20 tahun senilai 1 miliar dollar AS kepada IGT untuk menjalankan dan menyediakan mesin permainan di Rhode termasuk di Tiverton Casino Hotel dan Twin River Casino Hotel yang keduanya merupakan properti yang dimiliki oleh Twin River.

Rhode Island Tolak Operator Hotel Dan Resort Di Negara Bagian Tersebut Mengelola Permainan Lotere

Pada awal bulan lalu, Twin River menyebutkan bahwa keputusan Raimondo merupakan sebuah perjanjian anti-kompetisi karena tidak mengizinkan penawaran kontrak dan dianggap hal yang buruk untuk para pembayar pajak di Rhode Island.

Twin River mengatakan bahwa peraturan di Rhode Island mengizinkan 1 perusahaan mesin permainan untuk hanya mengontrol sebanyak 50% mesin di negara bagian akan tetapi yang dimiliki oleh IGT telah hampir mencapai 85 persen. Operator casino dan resort di Rhode Island dan juga Delaware dan Mississippi tersebut menegaskan bahwa Rhode Island Lottery mencari cara lain mengizinkan IGT untuk hampir mendominasi pasar mesin permainan di Rhode Island.

Sebagai tambahan, Twin River mengklaim bahwa mesin IGT menghadirkan konsep yang telah tua dengan perputaran yang rendah sehingga menyebabkan berkurangnya potensi pendapatan untuk negara bagian dibanding dengan produk yang dibuat oleh perusahaan persaing.

Twin Hotel dengan penawaran 125 juta dollar AS untuk mengambilalih posisi IGT menjadi bentuk ketidakpuasan terhadap posisi IGT di negara bagian. Lebih dari 1.100 pekerjaan akan terancam jika posisi IGT diganti.

Keputusan Raimondo tersebut juga menuai kritik termasuk dari Ketua Dewan Kota Rhode Island Nicholas Mattiello yang berasal dari partai yang sama dengan Raimondo mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Raimondo adalah bentuk sekresi dan ketika sang gubernur siap dirinya diharapkan membawa proposal ke dewan yang dimana akan tinjau oleh legislatif.

Salah satu alasan dari Raimondo yang bersikeras untuk menolak mempertimbangkan Twin River adalah karena status dari Twin River yang saat ini telah berstatus sebagai perusahaan publik.

"Mereka dimiliki oleh banyak perusahaan pengelolaan dana. Saya pikir adalah entitas dari New York," kata Raimondo.

Ketika banyak perusahaan pengelolaan dana menjadi pemilik saham dari Twin River dan menjadi kelompok dengan kepemilikan terbesar akan tetapi juga banyak investor profesional yang memegang saham Twin River.

Alasan bahwa Twin River sebagai perusahaan publik dianggap dibuat-buat karena Raimondo sendiri merupakan mantan pengelola keuangan selain itu IGT yang ditunjuk juga merupakan perusahaan publik yang diperdagangkan untuk umum.

Beberapa perusahaan pengelolaan dana juga menjadi investor terbesar di IGT termasuk didalamnya HG Vora Capital Management yang dimana juga menjadi pemilik utama di Twin River.

Minggu, 04 Agustus 2019

Lapan-Lapan Guest House Di Banjarmasin Hadirkan Diskon Untuk Peringati Hari Proklamasi

Menyambut hari proklamasi, Lapan-Lapan Guest House yang berada di Rantauan Darat 32 Pekauman Banjarmasin menghadirkan diskon menarik.

"Untuk turut merayakan kemerdekaan RI, kami menawarkan diskon mencapai 30 persen dari harga publish rate yang kami miliki," kata Gusmanto, Manager Lapan-Lapan Guest house.

Diskon tersebut tersedia untuk semua jenis kamar yang jumlahnya mencapai 40 kamar dan tidak ada syarat tertentu selama bulan Agustus.

"Jika publish rate kami contohnya kamar double itu Rp 248 ribu per malam, tipe super single Rp 188 ribu dan tipe singgle Rp 178 ribu semuanya harga nett," jelasnya.

Lapan-Lapan Guest House Di Banjarmasin Hadirkan Diskon Untuk Peringati Hari Proklamasi

Dijelaskan bahwa di Lapan-Lapan ini sudah menyediakan sarapan pagi berupa roti yang lengkap dengan pilihan selai dan juga teh atau kopi.

"Fasilitas di tempat kami ini seperti hotel pada umumnya seperti instalasi air panas dan dingin di kamar mandi, shower, TV kabel dan WiFi," kata Gusmanto.

Selain itu, Lapan-Lapan juga menyediakan area lounge atau ruang tamu yang cukup luas untuk digunakan bersantai ketika sedang tidak ada aktivitas.

"Ditempat ini kami juga menyediakan supermarket di lantai 1, fasilitas ATM untuk 8 bank berbeda serta kuliner lokal yang dibuat oleh koki Lapan-Lapan," katanya.

Lapan-Lapan Guest House ini terletak di Rantauan Darat 32 Pekauman, Banjarmasin.

Angkasa Pura I Akan Bangun 2 Hotel Bintang 3 Di Area Bandara Untuk Mendukung Bandara Internasional Yogyakarta

PT Angkasa Pura I akan menyediakan dua hotel berbintang 3 untuk mendukung operasional dari Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta yang ditargetkan akan siap pada Desember 2019 ini.

Plt General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Agus Pandu Purnama mengatakan bahwa dua hotel bintang tiga tersebut rencananya akan dibangun didalam area bandara bedekatan dengan terminal dan juga diluar bandara akan tetapi masih didalam kawasan airport city yang akan dikembangkan nantinya.

"Saat ini pembangunan hotel telah dalam proses. Hotel ini akan menjadi pendukung dari bandara ini berhubung kebutuhan dari para maskapai untuk para kru dan pilot dianggap tidak memadai karena lokasinya yang jauh dari bandara sehingga pembangunan hotel ini dikebut agar dapat beroperasi bersamaan dengan bandara," kata Agus Pandu.

Angkasa Pura I Akan Bangun 2 Hotel Bintang 3 Di Area Bandara Untuk Mendukung Bandara Internasional Yogyakarta

Dirinya mengatakan bahwa rencananya, hotel pertama akan dibangun tepat didepan terminal Bandara Internasional Yogyakarta yang berada dekat dengan gedung parkir. Hotel ini akan dibuat khusus untuk para kru akan tetapi kalau juga dibuka untuk umum seperti penumpang.

"Dari perhitungan tim, nantinya hotel itu ada 70 kamar dengan standard bintang 3," katanya.

Selain itu, Agus menyampaikan bahwa Angkasa Pura I juga akan membangun sebuah hotel bintang tiga lainnya di lahan 98 hektare yang akan dibangun berbagai sarana prasana pendukung Bandara Internasional Yogyakarta.

"Hotel kedua nantinya akan masih berada di kawasan sekitar bandara hanya diluar bandara. Kapasitasnya juga lebih besar dari hotel yang didalam bandara ini. Tujuannya hampir sama untuk mengakomodasi pada kru maskapai."

Sementara itu Project Manager Pembangunan YIA PT Angkasa Pura I, Taochid Purnama Hadi menjelaskan bahwa perhitungan awal memproyeksikan akan ada sekitar 8,5 juta penumpang yang akan menggunakan bandara ini pada awal 2020 nanti. Jutaan penumpang tersebut adalah penumpang dari 65 jadwal penerbangan yang dialihkan dari Bandara Internasional Adisujipto Yogyakarta mulai akhir tahun 2019 ini.

"Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan akses konektivitas yang baik dan didukung oleh fasilitas yang memadai. Hotel merupakan salah satunya selain kereta api yang dapat menjadi pilihan transportasi bagi para penumpang nantinya," katanya.

Kepala Dinas Penanaman Modan dan Pelayanan Terpadu Kulon Progo Agung Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan izin bagi Angkasa Pura I untuk membangun hotel tersebut.

"Izinnya sudah kami keluarkan dan kalau tidak salah mereka juga sudah mulai mengerjakannya," jelasnya.

Selasa, 30 Juli 2019

Homestay Kubu Selam Tawarkan Penginapan Bernuansa Bali Di Bandar Lampung

Exclusive Homestay Kubu Selam yang berada di Jalan Pangeran Tirtayasa Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung menghadirkan promo selama program Lampung Hotel Great Sales 2019.

Promo yang ditawarkan oleh homestay ini adalah diskon hingga 45% untuk semua tipe kamar yang berada di Homestay Kubu Selam untuk periode 2019.

Manager Operasional Homestay Kubu Selam, Rahmat Jaya Saputra menjelaskan bahwa diskon ini berlaku untuk semua tipe kamar yang tersedia di Homestay Kubu Selam muali dari standar room hingga suite room.

Homestay Kubu Selam Tawarkan Penginapan Bernuansa Bali Di Bandar Lampung

"Rate roomnya adalah Rp 300 hingga 500 ribu sebelum diskon tertanggun pada kamar. Selain diskon kamar juga terdapat diskon 10% untuk F&B di resto Waroen'k Kubu Selam," jelas Rahmat.

Untuk fasilitas yang disediakan Homestay Kubu Selam sendiri terdiri dari AC, TV, WiFi dan sarapan untuk 2 orang. Selain itu, resto Waroen'k Kubu Selam juga dioperasikan 24 jam.

Homestay Kubu Selam adalah homestay pertama dan satu-satunya homestay di Bandar Lampung yang menggunakan tema nuansa Bali yang dimana terlihat dari seluruh homestay yang terdapat aksesn Bali.

Setiap kamar memiliki desain interior berikut dengan ornamen yang menghiasi tiap kamar.
Untuk makanan di Waroen'k Kubu Selam disajikan menu nusantara yang sudah mendapatkan sertifikasi Halal MUI dengan menu andalan adalah Ayam Betutu dan Ayam Buleleng dengan harga mulai dari Rp 20 ribuan.

Jargon dari resto ini adalah Bali Kental Menu Halal. Resto dan Homestay ini beroperasi 24 jam sehingga pengunjung tidaklah perlu khawatir kemalaman untuk melakukan check-in kamar ataupun memesang makanan.