B-Hotel Nets

Responsive Ads Here

Senin, 25 Mei 2020

Dafam Hotel Management Tengah Kaji SOP Untuk Menghadapi New Normal

Dafam Hotel Management (DHM) menyatakan bahwa pihaknya tengah merancang standard operasi yang berbasiskan pada New Normal pada hotel yang mereka kelola.

Andhy Irawan, CEO DHM mengatakan bahwa pihaknya akan menyelesaikan kajian ini pada akhir Mei 2020.

"Kami sedang tengah mengkaji detail yang terkait dengan New Normal karena dampak dari pandemi ini tentunya akan mengubah behaviour dari para konsumen," jelasnya.

Menurutnya, DHM tidak menutup operasi hotel karena pada masa pandemi COVID-19, hotel yang mereka kelola masih kedatangan tamu dan memiliki tingkat keterisian yang cukup tinggi disekitar angka 70 hingga 80 persen. Andhy mengatakan bahwa pihaknya hanya menutup sementara beberapa hotel yang ada di Gili, Lombok.

Dafam Hotel Management Tengah Kaji SOP Untuk Menghadapi New Normal

Didalam keterbukaan informasi yang dirilis untuk publik, Sekretaris Perusahaan Dafam Property Handoko Setijawan menjelaskan bahwa aktivitas bisnis dan kegiatan usaha perhotelan masih menjadi bisnis yang paling terdampak oleh pandemi COVID-19 ini.

Hal ini tidaklah lepas dari imbauan pemerintah untuk masyarakat supaya dapat bekerja dari rumah, diam di rumah hingga pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.

"Dengan ini menyebabkan tingkat hunian hotel turun cukup drastis dan juga berdampak pada pendapatan dari perusahaan yang mengalami penurunan," jelas Handoko.

Oleh karena itu, perusahaan yang telah melantai di BEI dengan kode emiten DFAM telah melakukan beberapa langkah sehingga dapat menciptakan efisiensi pada seluruh divisi dan departemen baik induk ataupun anak usaha.

Setelah itu, Dafam Property juga melakukan beberapa terobosan pemasaran yang kreatif guna meningkatkan pendapatan pada sektor properti ataupun okupansi hotel dengan menyediakan paket yang tepat pada setiap segmen pasar.

"Selain itu, perusahaan juga menunda pembelian barang-barang untuk sementara waktu yang dimana akan disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas ditambah melakukan pendekatan dan pengajuan kepada pihak kreditur untuk memperoleh relaksasi utang," tutup Handoko.

Tingkat Keterisian Hotel UOL Di Singapura Turun Setengah Pada Kuartal I 2020

UOL melaporkan bahwa tingkat keterisian dari hotel dan apartemen yang mereka miliki di Singapura jatuh menjadi 50 persen pada kuartal I 2020 dari 85 persen pada kuartal IV 2019.

Keterisian hotel yang mereka miliki di Oceania juga mengalami hal yang sama yaitu turun dari 84 persen menjadi 72 persen untuk periode yang sama, sementara tingkat keterisian hotel yang merek amiliki di China, Vietnam, Myanmar dan Malaysia juga turun menjadi 41 persen dari 69 persen.

Sebagai tambahan, pendapatan per kamar untuk hotel yang ada di Singapura juga terdampak menjadi 140 dollar dari 230 dollar pada kuartal IV 2019.

Tingkat Keterisian Hotel UOL Di Singapura Turun Setengah Pada Kuartal I 2020

Sejauh ini, hotel dan suite Singapura telah mendukung usaha pemerintah untuk menjadi tempat tinggal sementara bagi mereka yang baru pulang dari Singapura sesuai dengan kebijakan Circuit Breaker guna memutus rantai penularan COVID-19. Kamar-kamar tersebut juga digunakanuntuk pekerja asing dan tenaga medis. Empat dari lima hotel di Australia juga mendukung usaha pemerintah lokal untuk melawan COVID-19 dengan menjadi tempat tinggal sementara. Sementara itu, jaringan hotel UOL di China telah dibuka kembali dan telah terdapat indikasi permintaan yang perlahan mulai naik.

Properti lainnya milik UOL juga memperlihatkan perubahan kecil pada tingkat keterisian. Portofolio perkantoran di Singapura juga turun menjadi 95,2 persen pada kuartal I 2020 dari 95,6 persen pada kuartal sebelumnya. Properti retail memiliki prospek yang lebih baik yaitu tidak berubah, tetap pada posisi 95,2 persen walaupun terdapat penurunan pada jumlah pembeli sebesar 12,4 persen pada kuartal I 2020.

Beberapa inisiatif yang telah dilakukan oleh UOL adalah melakukan penyesuaian biaya operasi termasuk adalah pemotongan gaji sebesar 18 persne untuk posisi manajer keatas sejak 1 April, mengurangi pengeluaran modal tidak penting, pengurangan pengeluaran opeasi diseluruh kelas aset dan inisiatif peningkatan aset.

Rabu, 13 Mei 2020

Hotel Dan Restoran Di Yogyakarta Siap Beroperasi Kembali Pada Juni 2020

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Yogyakarta menyatakan bahwa Juni 2020 nantinya para pelaku usaha perhotelan dan restoran akan beroperasi kembali setelah mendapatkan lampu hijau untuk beroperasi oleh pemerintah daerah. Kebijakan ini adalah salah satu wujud turuna setelah pemerintah pusat mengumumkan pelonggaran PSBB selama wabah corona.

"Mulai Juni, hotel dan restoran dipersilahkan beroperasi akan tetapi wajib untuk memperketat protokol pencegahan COVID-19," kata Ketua PHRI Yogyakarta, Deddy Pranowo Eriyono. Tidak hanya pemerintah yang memberi lampu hijau, PHRI pusat, juga telah memberikan persetujuan untuk rencana beroperasi kembali usaha perhotelan setelah pelonggaran PSBB.

Deddy Pranomo mengatakan bahwa lampu hijau beroperasinya hotel dan restoran di masa wabah corona berkaitan erat dengan kondisi ekonomi masyarakat. "Dari kajian internal, pelaku usaha hotel dan restoran dapat bertahan hingga Juni 2020 setelah sejak penghentian operasi pada Maret lalu telah berhenti operasi," katanya.

Saat tiada kunjungan wisatawan maka pendapatan nol sementara beban operasional harus tetap dibayarkan. Beban operaisonal tersebut antara lain adalah gaji pegawai, tagihan listrik, air dan sebagainya. Sementara belum ada stimulus bantuan dari pemerintah yang menyasar langsung kepada pengusaha hotel dan restoran.

Hotel Dan Restoran Di Yogyakarta Siap Beroperasi Kembali Pada Juni 2020

"Kami menyambut baik dapat kembali beroperasinya hotel dan restoran ini," kata Deddy. Setidaknya pelonggaran ini dapat meredam ancaman PHK pada karyawan yang tengah mengancam. Sembari membuka layanan, pengelola hotel serta restora dapat menggencarkan kampanye pencegahan penyebaran COVID-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Deddy menuturkan protokol kesehatan memaksa pengusaha hotel tidak berlebihan untuk memperoleh keuntungan. Pengelola hotel dan restoran tetap diwajibkan untuk membatasi jumlah tamu dan dan menerapkan pembatasan penggunaan kamar supaya berjarak. Dengan begitu, tidak semua kamar akan disewakan akan tetapi hanya separuh dari kapasitas total begitu juga restoran yang hanya diizinkan terisi setengah dari kapasitas total restoran.

"Pembatasan jumlah kamar sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona ini juga sebagai upaya untuk meyakinkan para konsumen bahwa hotel benar-benar serius memastikan tidak terjadi penularan virus," kata Deddy. Setiap kamar juga telah diatur sedemikian rupa untuk maksimal dapat diisi oleh brapa orang supaya dapat menjalankan prinsip physical distancing.

Walaupun telah memperoleh lampu hijau untuk dapat kembali menerima tamu, Deddy Pranowo menjelaskan bahwa tidak semua hotel akan beroperasi kembali. Hal ini disebabkan oleh adanya pengelola hotel yang telah merumahkan pegawainya dan harus menyiapkan semua sarana untuk mendukung protokol kesehatan seperti menyiapkan westafel disetiap pintu masuk hingga alat pendeteksi suhu tubuh.

"Hotel yang tidak dapat menyediakan fasilitas tersebut tentunya tidak akan dapat beroperasi kembali," jelasnya.

Hingga akhir April 2020, PHRI Yogyakarta telah mencatat bahwa hanya terdapat 30 hotel dari sekitar 400 hotel yang masih beropeasi. Ini berarti bahwa lebih dari 80 persen hotel di Yogyakarta telah menghentikan operasi mereka sementara dan merumahkan karyawannya.

Selasa, 12 Mei 2020

Hotel Di Uruguay Ini Dibangun Dengan Tangan Selama 36 Tahun

Casapueblo, sebuah hotel yang berada di Uruguay dapat menjadi salah satu bangunan yang paling eksentrik di dunia. Gedung ini juga menyimpan keunikan tersendiri karena dibangun dengan tangan selama puluhan tahun.

Menurut laman resmi Casapueblo, hotel ini berada di pinggiran pantai Punta Del Este yang ramai di kunjungi oleh para selebritas. Bangunan ini dirancang dan dibangun oleh Carlos Paez Vilaro. Sang arsitek membangun hotel ini dengan tangan selama 36 tahun. Para nelayan juga membantunya untuk mewujudkan desain ini.

Hotel Di Uruguay Ini Dibangun Dengan Tangan Selama 36 Tahun

Vilaro membeli lahan yang saat ini ditempati Casapueblo pada tahun 1958 dengan bantuan teman serta investor. Dia membangun rumah disana, melapisinya dengan semen yang lalu membentuk dengan tangan.

Dinding hotel juga dihiasi berbagai objek yang dia bawa pulang dari perjalanan berhubung Vilaro memang memiliki hobi berpergian ke berbagai negara.

Saat ini Casapueblo memiliki tiga belas lantai dengan kamar yang dihiasi simbol yang merupakan ukiran dari Vilaro sendiri. Hotel juga menawarkan atraksi berupa spa, restoran dan museum.

Vilaro sendiri menempati Casapueblo hingga meninggal pada tahun 2014. Ketika itu dirinya berusia 90 tahun. Kompleks hotel Casapueblo yang berada di semenanjung Punta Ballena masih dibuka sebagai bentuk penghargaan kepada sang arsitek.

Minggu, 26 April 2020

Homestay Di Purwokerto Tidak Terima Tamu Karena Menjadi Peristirahatan Tenaga Medis

Untuk menudukung penanganan COVID-19, sebuah homestay di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah menjadi tempat istirahat bagi tenaga medis. Hal ini dinyatakan sendiri oleh @aksarahomestay melalui akun Instagram resmi mereka.

"24 kamar yang dapat menampung 48 orang ini telah disiapkan. Seluruh fasilitas ini didukung oleh pendukung khusus yang telah disiapkan untuk melindungi dan melayani para tenaga medis," tulis pihak Aksara Homestay.

Setelah menyediakan kamar, pihak hotel juga mengatakan bahwa kamar ini telah dibersihkan dengan disinfektan secara rutin. "Kami juga memberikan sarapan, masker dan hand sanitizer bagi para tenaga medis yang memilih untuk menjaga jarak dari keluarga mereka," tambahnya.

Per Jumat, 27 Maret 2020, kasus COVID-19 di Banyumas telah mencapai 4 orang dengan 16 pasien yang masuk dalam kategori PDP dan 154 orang dalam kategori ODP.

Homestay Di Purwokerto Tidak Terima Tamu Karena Menjadi Peristirahatan Tenaga Medis

"Tenaga kesehatan yang mengurusi pasien COVID-19 adalah pejuang yang memiliki tugas paling berat dan berisiko untuk terpapar. Wajahnya tertutup masker tapi perannya terlihat dengan nyata," tulis akun Instagram homestay tersebut.

Aksara Homestay sendiri akan menutup kedatangan tamu karena untuk menjadi tempat peristirahatan bagi tenaga medis.

"Hari ini beberapa tenaga medis dari RSUD Prof. Dr. margono Soekarjo telah menempati Aksara Homestay karena mereka ingin mencegah virus COVID-19 ini menyebar ke keluarga mereka. Lainnya akan segera menyusul," jelasnya.

Unggahan ini juga dibagikan di akun Twitter @brilliagung yang merupakan pemilik dari Aksara Homestay. Atas unggahan ini, ia mendapatkan banyak komentar positif dari para warganet.

"Semoga banyak warga negara dapat mencontoh hal ini. Mari kita saling tolong-menolong untuk memerangi virus corona ini. Pemerintah akan kerja lebih maksimal jika semuanya 1 suara," komentar salah satu warganet.

"Anda sangat luar biasa. Semoga dengan bantuan ini yang penuh dengan nilai kemanusiaan ini rezeki anda akan ditambahkan berkali lipat kelak. salut," tambah warganet lainnya.

Pihak homstay juga terbuka jika masyarakat sekitar yang ingin menyumbangkan makanan ataupun bantuan lain.

"Kepada seluruh pihak yang dapat membantu, Banyumas memanggil kita semua. Bagi yang ingin menyumbangkan makanan atau bantuan lainnya dapat hubungi saya," tutupnya.

Sabtu, 25 April 2020

Hotel-Hotel Di Singapura Ini Berikan Potongan Harga Bagi Para Pekerja Kesehatan

Pekerja kesehatan yang tidak kenal lelah bertarung melawan wabah virus corona akan mendapatkan bantuan ditengah-tengah kekacauan yang disebabkan oleh wabah COVID-19 ini. Bantuan tersebut adalah sebuah inisiatif baru yang mengizinkan mereka memesan kamar hotel dengan harga setengah dari harga normal.

Inisiatif yang dikenal dengan nama Singapore Healthcare Heroes ini adalah skema yang diperkenalkan oleh perusahaan travel Expedia Group yang memberikan para pekerja kesehatan lebih banyak pilihan jika mereka ingin beristirahat dan sembuh atau menjaga jarak diri mereka dari keluarga dan rumah mereka.

Dijalankan di situs SGP online yaitu Expedia.com.sg dan sg.hotels.com, program ini membuat para pekerja kesehatan dapat memasang hotel dengan harga yang telah didiskon secara besar-besaran untuk tinggal dengan waktu hingga 31 Mei atau hari terakhir karantina yang ditetapkan oleh pemerintah Singapura.

Hotel-Hotel Di Singapura Ini Berikan Potongan Harga Bagi Para Pekerja Kesehatan

Pekerja ini akan diharuskan menyediakan bukti sah pekerjaan mereka dengan identifikasi foto dan konfirmasi pemesangan pada waktu check-in.

Expedia mengungkapkan bahwa penggaturan khusus telah dilakukan untuk para pekerja ini yang membuat mereka dapat tetap menjaga jarak sosial secara aman dan meminimalkan kontak dengan tamu hotel lainnya.

Fasilitas hotel seperti kolam renang dan gim untuk sementara tidak dapat digunakan pada periode ini sesuai dengan regulasi dan peraturan yang diterapkan oleh pemerintah Singapura untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Secara total ada 14 properti yang bergabung dengan program sejauh ini. Hotel tersebut adalah,
  1. Champion Hotel
  2. Champion Hotel City
  3. Bliss Hotel Singapore
  4. Hotel Bencoolen @ Bencoolen Street
  5. Hotel Clover 769 North Bridge Road
  6. Hotel Clover 5 Hong Kong Street
  7. Louis Kienne Serviced Residences
  8. Marrison Hotel
  9. Marrison Desker @ Little India
  10. Nostalgia Hotel
  11. Park Avenue Rochester
  12. Park Avenue Robertson
  13. Populous @ Bugis
  14. The Sultan

Semua profesional dari sektor kesehatan terutama dokter dan perawat yang bekerja di rumah sakit, klinik, fasilitas kesehatan rumah, layanan kesehatan darurat dan layanan ambulans termasuk yang berasal dari Kementerian kesehatan dapat memperoleh diskon khusus.

Jika para pekerja kesehatan yang ingin memesang kamar hotel dengan mengikuti program ini dapat mengunjungi langsung situs online Expedia SGP di expedia.com.sg dan sg.hotels.com.

Sabtu, 11 April 2020

Hotel Di Bangkok Ini Berikan Paket Promo Karantina Selama Wabah COVID-19

Para pengelola hotel mencari semua cara agar dapat bertahan ditengah wabah corona. Di Indonesia sendiri beberapa pengelola telah menyediakan kamar dan fasilitas khusus untuk tamu yang ingin melakukan karantina untuk 14 hari. Hal tersebut juga terjadi di hotel yang ada diluar negeri.

Sebuah hotel bintang lima yang ada di Bangkok, Thailand menyediakan layanan karantina plus pemantauan kesehatan selama wabah corona ini. Fasilitas ini adalah kerjasama antara Movenpick BDMS Wellness Resort dengan Rumah Sakit Bangkok.

Hotel Di Bangkok Ini Berikan Paket Promo Karantina Selama Wabah COVID-19

Harga paket karantina ini dimulai dari 50 ribu baht atau sekitar Rp 24 juta. Layanan menginap ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas medis seperti konsultas dengan dokter yang berasam dari Rumah Sakit bangkok sebelum check-in kamar hotel, pengecekan kesehatan setiap hari oleh perawat hingga asupan suplemen untuk membantu menjaga sistem imun tubuh.

"Suplemen untuk meningkatkan kekebalan tubuh yang kami berikan adalah Crdyceps Mix C dan ekstrak jamur," kata GM Movenpick BDMS Wellness Resort Bangkok, Bruno Huber. Tamu yang membeli paket ini juga akan rutin menjalani tes COVID-19.

Jika hasi tes menunjukkan positif maka ia akan segera dibawa ke Rumah Sakit Bangkok dengan menggunakan ambulans yang telah disiagakan. Setelah itu kamar tersebut akan disterilkan dan disemprotkan disinfektan. "Staff Hotel yang melayani sang tamu juga akan diminta melakukan karantina selama 14 hari dan menjalani tes COVID-19," tutupnya.