B-Hotel Nets

Responsive Ads Here

Jumat, 07 Agustus 2020

FRii Bali Echo Beach Hotel Peroleh Penghargaan Travellers' Choice 2020 Dari Tripadvisor

 FRii Bali Echo Beach Hotel mengumumkan sebagai pemenang dari Penghargaan Travellers' Choice 2020 untuk Pemenang Penghargaan Traveler dan telah disahkan oleh Tripadvisor sebagai penyelenggara.


Penghargaan ini berdasarkan dari ulasan Tripadvisor selama satu tahun penuh.


Sebelum adanya perubahan yang disebabkan oleh pandemi, pemenang penghargaan ini diberikan karena secara konsisten mendapatkan feedback yang positif dari para pelancong yang menggunakan Tripadvisor untuk perjalanan mereka.


Penghargaan ini membuat FRii Bali Echo Beach Hotel 10 teratas untuk kategori bisnis perhotelan di seluruh dunia.


Manajer FRii Bali Echo Beach Hotel, Moh Hasan Bisri mengatakan bahwa FRii percaya hidup adalah sebuah perjalanan dan inilah alasan mengapai FRii menghargai setiap momennya.


FRii Bali Echo Beach Hotel Peroleh Penghargaan Travellers' Choice 2020 Dari Tripadvisor



"FRii adalah pengalaman menginap yang unik, ini mengenai perjalanan orang dan bagaimana mereka menjelajahi kehidupan untuk mengumpulkan, menghormati dan berbagai setiap cerita. Di FRii, kami membuat, berbagi dan mengumpulkan cerita," katanya.


"Sebagai Pemenang Penghargaan Travellers 2020 harus bangga dengan pengakuan terhormat ini," tambah Kanika Soni, COO Tripadvisor.


Kanika mengatakan bahwa walaupun ini menjadi tahun yang menantang untuk bisnis pariwisata, mereka ingin merayakan pencapaian dari para mitra Tripadvisor.


"Pemenang penghargaan dicintai karena layanan dan kualitas yang luar biasa yang diberikan oleh mereka. Tidak hanya para pemenang itu semuanya layak, mereka juga merupakan sumber inspirasi untuk para pelancaong karena dunia mulai menjelajah algi," jelasnya.


FRii Bali Echo Beach Hotel adalah tempat tinggal yang unik dan sebagai tempat untuk berbagi cerita kehidupan.


Dengan tagline-nya "My Journey, My Story" FRii Hotel menjadi destinasi baru tidak hanya sebagai tempat menginap saja melainkan sebuah rumah dengan konsep yang unik, tempat tidur yang nyaman, interior yang menyenangkan dengan dipadu oleh pesona lokal serta restoran dan bar yang berbeda.

Bintan Lagoon Resort Menjadi Korban Berikutnya Pandemi COVID-19

 Satu per satu perusahaan bisnis hotel dan resor tumbang seperti yang terjadi pada resor mewah yang ada di Pulau Bintan, Bintan Lagoon Resort. Sepinya pengunjung ketika pandemi COVID-19 membuat kondisi dari industri pariwisata terutama perhotelan dan restoran semakin parah.


Oleh karena itu pelaku usaha hotel meminta kepada pemerintah pusat untuk mengadakan rapat pemerintah di daerah. Anggara yang selama ini dikeluhkan oleh Presiden Jokowi yang tidak terserap dapat segera digunakan bahkan perputarannya dapat terjadi di daerah.


Waketum DPP Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Johnnie Sugiarto menilai bahwa jenis hotel yang paling terkena dampak adalah resor. Berbeda dengan hotel secara umum yang berada di pusat kota dan bisnis, hotel dengan jenis resor yang berada di daerah destinasi wisata jauh lebih terpukul karena hanya mengandalkan turis yang datang dan menginap.


"Pemerintahlah bantulah mereka yang ada di daerah, terutama bentuknya resor yang hampir semua tutup. Mereka ada di lokasi pantai dan gunung yang memang tidak ada orang yang datang. Selama ini benar-benar mengandalkan kunjunga turis. Jadi kalau mau rapat bahas anggaran pergunakan hotel yang ada di daerah sehingga memberikan mereka perputaran," katanya.


Bintan Lagoon Resort Menjadi Korban Berikutnya Pandemi COVID-19


Dengan pengalihan ini, setidanya perputaran dari uang pemerintah dapat juga merata ke berbagai daerah.


"Ada yang ke Bali, ke Bangka, Bintan dan lokasi lainnya sehingga otomatis perekonomian dapat kembali bergerak. Contohnya ada 40 orang rapat kan membutuhkan konsumsi berupa sarapan, makan siang dan malam. Hotel kan jadi butuh membeli bahan untuk membuat makan sehingga semua akan bergerak semua," kata pemilik dari Group Hotel Parai dan Taman Hiburan Tasya.


Jika tidak, maka akan terdapat masalah sosial yang berpotensi besar untuk muncul ketika hotel ini mati sehingga karyawan yang bekerja juga akan menghadapi pemutusan hubungan kerja atau PHK. Dapat jadi, keadaan memaksa mereka untuk melakukan perbuatan kriminal sehingga masalah akan menjadi semakin panjang.


"Akhirnya hotel in menjadi rawan. Mereka dapat mencuri, jadi perampok di sekitar itu. Ini adalah akibat dari rentetan panjang. Jika kondisi orang memiliki uang begitu dengar disana tidak aman, ya uda lah. Uda jatuh tertimpa tanggak, beberapa bulan lagi kondisi akan semakin memburuk jika tidak dibantu oleh pemerintah," katanya.


Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya menilai bahwa kepindahan kegiatan pemerintah dari pusat ke daerah dapat memberikan dampak yang luas.


"Dicanangkan bahwa rapat pusat akan dibawa ke daerah seperti Bali, ini akan sangat positif," katanya.


Bintan Lagoon Resort adalah sebuah resor mewah dan terbesar di Bintan, Kepulauan Riau. Resor ini mengalami kerugian selama dua tahun terakhir karena kunjungan yang sepi sehingga akan ditutup. Penutupan ini berdampak pada nasib ratusan karyawan.


Informasi rencana penutupan Bintan Lagoon Resort telah disampaikan secara tertulis ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bintan pada 31 Juli 2020. Terdapat 500 karyawan yang terancam di PHK karena kondisi perusahaan yang sudah tidak dapat bangkit kembali.

Senin, 27 Juli 2020

Sukawana Travel Hub Guest House Di Majalengka Tawarkan Nuansa Perdesaan Dengan Fasilitas Lengkap

Kawasan industri terintegrasi yang saat ini tengah didorong pada Kawasan Segitiga Rebana menjadi magnet untuk para investor. Kebutuhan lainnya untuk kawasan ini juga mengikuti mulai dari pusat perbelanjaan, penginapan, pusat kuliner dan penunjang lainnya.

Untuk urusan penginapan, ada baiknya mencoba menginap di Sukawana Travel Hub Guest House yang berada di Kertajati, Majalengka. Lokasinya sangat strategis, berdekatan dengan Bandar udara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Akses untuk menunju Travel Hub Guest House pun tergolong mudah, hanya berjarak beberapa menit dari BIJB sehingga cukup strategis menjadi lokasi untuk menginap.

Sukawana Travel Hub Guest House Di Majalengka Tawarkan Nuansa Perdesaan Dengan Fasilitas Lengkap

Selain BIJB, penginapan ini juga berdekatan dengan Exit Tol Cipali Kertajati yang berbatasan langsung dengan Aero City Kertajati.

Konsep yang dijual oleh Sukawana Travel Hub Guest house cukup menarik yaitu dengan nuansa pedesaan yang sangat kental. Dengan gaya arsitektur tradisional, bangunan yang disajikan dengan dilengkapi bambu pada setiap sudutnya.

Penginapan ini juga dilengkapi dengan sepeda untuk pengunjung yang ingin menikmati keindahan disekitar penginapan yang dikelilingi dengan pesawahan sepanjang mata dapat memandang.

Untuk memesan kamar di Sukawana Travel Hub Guest House juga cukup mudah karena guest house ini telah terdaftar di semua platform yang memasarkan fasilitas perjalanan dan hotel.

Harganya juga cukup terjangkau, mulai dari Rp 120 ribu hingga Rp 200 ribu saja. Dengan harga tersebut, Sukawana Travel Hub Guest House ini juga telah memiliki fasilitas yang cukup lengkap yaitu dari televisi, ac dan tempat tidur premium yang dapat memanjakan diri untuk beristirahat di Majalengka sebelum melanjutkan aktivitas atau perjalanan.

Grand Candi Hotel Semarang Luncurkan Promo Menyambut New Normal

Grand Candi Hotel Semarang menawarkan promo "New Normal Best Deal". Promo ini adalah paket menginap 4 hari 3 malam yang dibanderol dengan harga Rp 1,2 juta net untuk room saja. Paket ini termasuk akses bebas ke area kolam renang, bebas akses Wi-Fi 24 jam, diskon spesial 20 persen untuk semua outlet F&B di area hotel.

Promo tersebut dilangsungkan dari periode 25 Juli hingga 31 Agustus 2020 dan hanya dapat dipesan dengan melalui website resmi Grand Candi Hotel di https://www.grandcandihotel.com.

Azkar Rizal Muhammad, Public Relation Manager Grand Candi Hotel Semarang mengungkapkan bahwa setelah hampir 4 bulan sektor industri perhotelan terhantam dengan keras oleh COVID-19, pelan-pelan sektor perhotelan mulai mengumpulkan tenaga untuk dapat bangkit kembali.

Grand Candi Hotel Semarang Luncurkan Promo Menyambut New Normal

"Guna memanfaatkan momentum new normal ini, hotel termasuk kami mulai menawarkan promo menarik untuk menarik tamu dan wisatawan supaya dapat menginap kembali di Grand Candi Hotel," jelasnya.

Bersama dengan promo ini, hotel bintang 5 yang berada di Jalan Sisingamangaraja Kota Semarang ini juga tengah gencar melakukan sosialisasi yang bertajuk "Anda Aman, Kami Aman, Kita Aman". Sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi para tamu dan pengunjung terkait protokol kesehatan dan kebersihan yang ada di Grand Candi Hotel.

Manajemen Grand Candi Hotel yakin bahwa penerapan protap kesehatan baru untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 ini tidak akan efektif jika hanya dilakukan oleh satu pihak tanpa ada partisipasi dari pihak lain.

Oleh karena itu, Grand Candi Hotel tergerak untuk melakukan sosialisasi yang bertujuan untuk mengedukasi tamu dan pengunjung melalui TV in-house, banner, poster sosial media, signage, youtube, e-mail dan penjelasan secara lisan dari staff serta perantara lainnya.

Adapun protokol kesehatan dan kebersihan yang telah diterapkan oleh pihak Grand Candi Hotel diantaranya adalah mengharuskan tamu, pengunjung atau staf hotel untuk selalu menggunakan masker di area publik, pengecekan suhu tubuh di semua pintu masuk, selalu menjaga jarak dengan minimal 1 meter dari orang lain, menekan tombol elevator dengan keycard yang telah disemprotkan disinfektan.

Grand Candi Hotel juga telah menerapkan sistem touchless yang mana hand sanitizer dan tempat sampah khusus masker dan sarung tangan telah menggunakan fitur sensor.

"Staf operasional kami juga telah dilengkapi dengan seragam yang sesuai dengan prosedur new normal seperti sarung tangan, masker dan perlindung wajah. Disinfeksi dan sterilisai pada semua kamar dan seluruh area publik juga dilakukan setiap hari oleh pihak kebersihan hotel," tambah Azkar.

Minggu, 19 Juli 2020

Homestay Yang Bekas Menjadi isolasi Pasien COVID-19 Mulai Dibersihkan Dengan Disinfektan

Homestay yang ada di RT 01/02 Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan yang sebelumnya dijadikan sebagai lokasi isolasi pasien sembuh COVID-19 pada Jumat, 17 Juli 2020 mulai disemprot disinfektan oleh petugas sektor 8 Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

Kepala Sektor 8 Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Eko Mahendro mengatakan bahwa penyemprotan disinfektan ini menindaklanjuti permintaan dari pemilik homestay serta gugus tugas di Pulau Tidung.

Homestay Yang Bekas Menjadi isolasi Pasien COVID-19 Mulai Dibersihkan Dengan Disinfektan

"Kita kerahkan empat petugas berikut sat unit sprayer dengan 30 liter cairan disinfektan," kata Eko.

Didampingi oleh tim kesehatan dari Dinas Kesehatan, aparatur sipil negara dari kelurahan dan gugus tugas, Eko menjelaskan bahwa pihaknya melakukan penyemprotan mulai dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi hingga lingkungan disekitar homestay.

"Ini adalah upaya kita untuk melakukan sterilisasi sekaligus untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Pulau Tidung," tandasnya.

Pemilik Homestay Di Ciletuh Dilatih Budidaya Holtikultura

PT Jamkrindo memberikan pelatihan budidaya hortikultura dengan sistem hidroponik pada anggota dari Asosiasi Homestay Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pelatihan diberikan untuk memberikan nilai tambah pada homestay di wilayah Ciletuh Pelabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp).

Dirut PT Jamkrindo Randi Anto menjelaskan bahwa pelatihan ini diberikan untuk para pemilik homestay supaya memiliki tambahan keahlian sehingga daapt menyediakan layanan yang berbeda untuk wisatawan yang menginap di homestay yang mereka kelola.

"Selama masa pandemi COVID-19, tempat wisata masih tutup. Akan tetapi, setelah kondisi pulih dan tempat wisata yang telah dibuka kembali maka para pemilik telah memiliki keterampilan untuk memberikan layanan yang lebih untuk para wisatawan yang menginap," jelasnya.

Pemilik Homestay Di Ciletuh Dilatih Budidaya Holtikultura

Pelatihan dilaksanakan dengan megnikuti protokol kesehatan secara ketat. Para peserta pelatihan terlebih dahulu dicek suhu tubuh. Selain itu, para peserta juga harus menggunakan masker selama pelatihan. Disediakan juga hand sanitizer disekitar area pelatihan.

Peserta latihan juga diberi hand sanitizer. Para peserta pelatihan dapat langsung melakukan praktek di lokasi berdasarkan materi yang disediakan oleh para fasilitator.

Sementara itu, Kepala Desa Ciwaru Taopik Guntur mengatakan bahwa pelatihan ini dapat memberikan nilai tambah untuk para pemilik homestay. Apalagi, pelatihan dilaksanakan ketika masa pandemi COVID-19 ketika roda perekonomian masyarakat telah turun secara drastis.

Sedangkan Ketua Asosiasi Homestay Ciletuh Yudi Mulyadi mengapresiasi pelatihan ini. Pemilik dari Homestay, menurutnya memang membutuhkan tambahan pengetahuan dan keahlian untuk memberikan layanan yang semakin baik untuk wisatawan yang menginap.

"Kami sudah merencanakan hasil dari budidaya nanti akan menjadi konsumsi bagi wisatawan yang menginap di homestay atau untuk dibawa pulang. Kedepan, kami juga merencanakan untuk memberikan pengalaman budidaya hortikulturan untuk para wisatawan," ungkapnya.

Adapun dana pelatihan budidaya hortikultura ini berasal dari bantuan potongan gaji dan THR pegawai yang mencapai Rp 4,012 miliar. Sumber dana lainnya yaitu bantuan dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19 yang mencapai Rp 2,5 miliar per 31 mei 2020. Selain Geopark Ciletuh, pemberdayaan juga dilakukan di beberapa lokasi antara lain yaitu Larantuka di NTT, Garut di Jawa Barat dan Kintamani di Bali.

Rabu, 08 Juli 2020

Kenaikan Okupansi Hotel Sejauh Ini Tidak Mencerminkan Pemulihan Sektor Perhotelan

Pemerintah telah melonggarkan aturan PSBB. Hal ini tentunya menjadi kabar baik untuk berbagai lini bisnis yang selama terdampak dengan adanya PSBB terutama bisnis perhotelan.

Walaupun memperlihatkan tren penguatan dibandingkan periode selama PSBB, akan tetapi sektor ini belumlah dapat dikatakan telah membaik apalgi pulih didalam waktu yang dekat ini.

"Tingkat hunian dari April ke Mei memang sedikit naik, orang kan langsung, asosiasi bilang ini pertanda bagus padahal belum, padahal masih jauh dari kata pulih. Ini disebabkan oleh angkanya masih belum mencapai tingkat ideal dan masih sangat fluktuatif," kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto.

Berdasarkan laporan dari Colliers International Indonesia pada kuartal II 2020 ini, tingkat hunian atau okupansi hotel yang ada di Jakarta, Surabaya dan Bali memperlihatkan penurunan yang cukup tajam. Okupansi hotel yang ada di Jakarta sepanjang April 2020 turun menjadi sekitar 18 persen. Untuk bali menjadi wilayah yang paling parah yaitu dibawah 5 persen sedangkan Surabaya lebih baik sedikit namun masih dibawah Jakarta yaitu 10-15 persen.

Kenaikan Okupansi Hotel Sejauh Ini Tidak Mencerminkan Pemulihan Sektor Perhotelan

Ketika memasuki Mei 2020, okupansi hotel telah mengalami sedikit kenaikan tingkat keterisian. Jakarta naik menjadi 20 persen sedangkan Bali telah berada di angkan 5 persen dan Surabaya menjadi 16 hingga 17 persen.

"Memang terdapat peningkatan dibandingkan periode sebelumnya tetapi saya kira itu peningkatan sesaat sehingga tidak memperlihatkan bahwa sektor ini telah benar-benar pulih," lanjutnya.

Menurut Ferry, angka peningkatan pada Mei 2020 ini akan stagnan hingga vaksin benar-benar telah ditemukan. Hal ini lalu berpengaruh pada rata-rata harga sewa hotel per malamnya.

Harga sewa hotel di Jakarta, Surabaya dan Bali saat ini terus mengalami penurunan. Data terakhir memperlihatkan harga sewa pada Mei 2020 mengalami penurunan dibandingkan April 2020. Rata-rata harga sewa hotel saat ini hanya sekitar 50 dollar atau sekitar Rp 700 ribu per malam dari rata-rata 60 dollar atau sekitar Rp 840 ribu per malam pada April.

Hal yang sama juga terjadi di Bali yang dimana harga rata-rata pada Mei adalah 48 dollar dari 50 dollar pada April. Untuk Surabaya sendiri masih stagnan di harga 25 dollar. Penurunan harga sewa hotel telah terjadi sejak Februari 2020 lalu.

"Harga sewa hotel diperkirakan akan fluktuatif terlebih jika vaksin belum ditemukan dan terdapat lonjakan jumlah kasus positif baru virus corona pada daerah tersebut. Orang akan berpikir ulang untuk bepergian dan menginap di hotel," ungkapnya.