Responsive Ads Here

Minggu, 19 Juli 2020

Pemilik Homestay Di Ciletuh Dilatih Budidaya Holtikultura

PT Jamkrindo memberikan pelatihan budidaya hortikultura dengan sistem hidroponik pada anggota dari Asosiasi Homestay Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pelatihan diberikan untuk memberikan nilai tambah pada homestay di wilayah Ciletuh Pelabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp).

Dirut PT Jamkrindo Randi Anto menjelaskan bahwa pelatihan ini diberikan untuk para pemilik homestay supaya memiliki tambahan keahlian sehingga daapt menyediakan layanan yang berbeda untuk wisatawan yang menginap di homestay yang mereka kelola.

"Selama masa pandemi COVID-19, tempat wisata masih tutup. Akan tetapi, setelah kondisi pulih dan tempat wisata yang telah dibuka kembali maka para pemilik telah memiliki keterampilan untuk memberikan layanan yang lebih untuk para wisatawan yang menginap," jelasnya.

Pemilik Homestay Di Ciletuh Dilatih Budidaya Holtikultura

Pelatihan dilaksanakan dengan megnikuti protokol kesehatan secara ketat. Para peserta pelatihan terlebih dahulu dicek suhu tubuh. Selain itu, para peserta juga harus menggunakan masker selama pelatihan. Disediakan juga hand sanitizer disekitar area pelatihan.

Peserta latihan juga diberi hand sanitizer. Para peserta pelatihan dapat langsung melakukan praktek di lokasi berdasarkan materi yang disediakan oleh para fasilitator.

Sementara itu, Kepala Desa Ciwaru Taopik Guntur mengatakan bahwa pelatihan ini dapat memberikan nilai tambah untuk para pemilik homestay. Apalagi, pelatihan dilaksanakan ketika masa pandemi COVID-19 ketika roda perekonomian masyarakat telah turun secara drastis.

Sedangkan Ketua Asosiasi Homestay Ciletuh Yudi Mulyadi mengapresiasi pelatihan ini. Pemilik dari Homestay, menurutnya memang membutuhkan tambahan pengetahuan dan keahlian untuk memberikan layanan yang semakin baik untuk wisatawan yang menginap.

"Kami sudah merencanakan hasil dari budidaya nanti akan menjadi konsumsi bagi wisatawan yang menginap di homestay atau untuk dibawa pulang. Kedepan, kami juga merencanakan untuk memberikan pengalaman budidaya hortikulturan untuk para wisatawan," ungkapnya.

Adapun dana pelatihan budidaya hortikultura ini berasal dari bantuan potongan gaji dan THR pegawai yang mencapai Rp 4,012 miliar. Sumber dana lainnya yaitu bantuan dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19 yang mencapai Rp 2,5 miliar per 31 mei 2020. Selain Geopark Ciletuh, pemberdayaan juga dilakukan di beberapa lokasi antara lain yaitu Larantuka di NTT, Garut di Jawa Barat dan Kintamani di Bali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar