Responsive Ads Here

Rabu, 08 Juli 2020

Kenaikan Okupansi Hotel Sejauh Ini Tidak Mencerminkan Pemulihan Sektor Perhotelan

Pemerintah telah melonggarkan aturan PSBB. Hal ini tentunya menjadi kabar baik untuk berbagai lini bisnis yang selama terdampak dengan adanya PSBB terutama bisnis perhotelan.

Walaupun memperlihatkan tren penguatan dibandingkan periode selama PSBB, akan tetapi sektor ini belumlah dapat dikatakan telah membaik apalgi pulih didalam waktu yang dekat ini.

"Tingkat hunian dari April ke Mei memang sedikit naik, orang kan langsung, asosiasi bilang ini pertanda bagus padahal belum, padahal masih jauh dari kata pulih. Ini disebabkan oleh angkanya masih belum mencapai tingkat ideal dan masih sangat fluktuatif," kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto.

Berdasarkan laporan dari Colliers International Indonesia pada kuartal II 2020 ini, tingkat hunian atau okupansi hotel yang ada di Jakarta, Surabaya dan Bali memperlihatkan penurunan yang cukup tajam. Okupansi hotel yang ada di Jakarta sepanjang April 2020 turun menjadi sekitar 18 persen. Untuk bali menjadi wilayah yang paling parah yaitu dibawah 5 persen sedangkan Surabaya lebih baik sedikit namun masih dibawah Jakarta yaitu 10-15 persen.

Kenaikan Okupansi Hotel Sejauh Ini Tidak Mencerminkan Pemulihan Sektor Perhotelan

Ketika memasuki Mei 2020, okupansi hotel telah mengalami sedikit kenaikan tingkat keterisian. Jakarta naik menjadi 20 persen sedangkan Bali telah berada di angkan 5 persen dan Surabaya menjadi 16 hingga 17 persen.

"Memang terdapat peningkatan dibandingkan periode sebelumnya tetapi saya kira itu peningkatan sesaat sehingga tidak memperlihatkan bahwa sektor ini telah benar-benar pulih," lanjutnya.

Menurut Ferry, angka peningkatan pada Mei 2020 ini akan stagnan hingga vaksin benar-benar telah ditemukan. Hal ini lalu berpengaruh pada rata-rata harga sewa hotel per malamnya.

Harga sewa hotel di Jakarta, Surabaya dan Bali saat ini terus mengalami penurunan. Data terakhir memperlihatkan harga sewa pada Mei 2020 mengalami penurunan dibandingkan April 2020. Rata-rata harga sewa hotel saat ini hanya sekitar 50 dollar atau sekitar Rp 700 ribu per malam dari rata-rata 60 dollar atau sekitar Rp 840 ribu per malam pada April.

Hal yang sama juga terjadi di Bali yang dimana harga rata-rata pada Mei adalah 48 dollar dari 50 dollar pada April. Untuk Surabaya sendiri masih stagnan di harga 25 dollar. Penurunan harga sewa hotel telah terjadi sejak Februari 2020 lalu.

"Harga sewa hotel diperkirakan akan fluktuatif terlebih jika vaksin belum ditemukan dan terdapat lonjakan jumlah kasus positif baru virus corona pada daerah tersebut. Orang akan berpikir ulang untuk bepergian dan menginap di hotel," ungkapnya.

1 komentar: