Responsive Ads Here

Selasa, 01 Oktober 2019

Homestay Di Desa Wisata Pinge Kecipratan Rezeki Selama Porprov Bali XIV

Porprov Bali XIV yang digelar di Kabupaten Tabanan tidak hanya berurusan dengan atlet ataupun medali akan tetapi juga membawa rezeki untuk bagi pemilik homestay di desa wisata yang berada di Tabanan. Salah satu desa yang mendapatkan dampak positif dari Porprov Bali XIV ini adalah Desa Wisata Pinge yang berada di Desa Tua, Kecamatan Marga karena menjadi pilihan beberapa kontingen untuk menginap.

Pengelola Desa Wisata Pinge, Anak Agung Ngurah mengatakan bahwa kamar yang telah disewa di Desa Wisata Pinge telah mencapai 19 kamar dengan sebanyak 12 kamar yang telah ditempati oleh para atlet dan panitia. Para atlet tersebut berasal dari Karangasem dan Denpasar.

"Pada ajang ini kami menyediakan 75 kamar, jadi masih tersisa cukup banyak," jelasnya.

Homestay Di Desa Wisata Pinge Kecipratan Rezeki Selama Porprov Bali XIV

Menurut Agung Ngurah, kontingen yang menginap di Desa Wisata Pinge selain Denpasar dan Karangasem juga terdapat yang berasal dari Kabupaten Bangil serta beberapa panitia dan juri pada Porprov Bali 2019. Hal ini disebabkan oleh Banjar Pinge menjadi salah satu venue balap sepeda.

"Para kontingen sudah menginap di Pinge beberapa hari yang lalu," lanjut Agung.

Ongkos sewa kamar di Desa Wisata ini dibanderol Rp 300 ribu per hari yang dapat ditempati oleh dua orang. Tarif sewa tersebut sudah termasuk sarapan dan makan malam.

"Porprov ini tentunya berdampak pada penambahan pemesanan kamar jika dibandingkan hari biasanya terutama Bandar Pinge akan menjadi venue balap sepeda," tegasnya.

Selain homestay, warung makan yang ada disekitar Desa Wisata Pinge juga memetik dampak ini dikarenakan para atlet juga banyak berbelanja ke warung sehingga memberikan penambahan rezeki bagi warga setempat.

Dalam rangka untuk menghibur para atlet karena sudah berjuang keras maka pada saat penyerahan mendali cabang olahraga balap sepeda akan ditambahkan sedikit hiburan dari masyarakat lokal Pinge.
"Kami akan menghibur atlet dengan tari-tarian pada hari penyerahaan mendali karena seluruh atlet dan panitia akan berkumpul," ungkap Agung.

Sementara itu, Ketua Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Tabanan, I Gusti Bagus Damara mengungkapkan bahwa seluruh hotel dan homestay di Tabanan telah dipesan oleh kontingen. Bahkan beberapa homestay di Desa Wisata Pinge dan Nyambu juga mendapatkan manfaat dari Porprov Bari 2019.

"Semua mendapatkan manfaat, bahkan Desa Wisata Pinge dan Nyambu juga mendapatkan rezeki walaupun jumlah pastinya belum diketahui sama sekali," jelasnya.

Menurut Damara, sekitar 80 persen homestay dan hotel akan mendapatkan tambahan pemasukan dari event ini terutama yang sewanya tidak terlalu mahal.

"Lokasi seperti di Tanah Lot, Kerambitan dan Pupuan sudah hampir penuh ditempati. Dari segi pariwisata, dampak positifnya sudah terasa di Tabanan ini," ungkapnya.

Damara juga mengharapkan setelah Porprov Bali 2019, fasilitas olahraga yang sudah memenuhi standard event nasional, internasional dan Asia dapat dirawat sehingga dapat digunakan untuk event besar lainnya. Dengan adanya kontinuitas ini diharapkan dapat menciptakan sinergi antara olahraga dan pariwisata.

"Kami dari PHRI mengharapkan KONI telah merancang hal ini dari awal. Dengan melihat peluang dengan sport tourism ini tentunya diharapkan pariwisata di Tabanan bisa terus bergeliat," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar