Responsive Ads Here

Minggu, 11 Agustus 2019

Rhode Island Tolak Operator Hotel Dan Resort Di Negara Bagian Tersebut Mengelola Permainan Lotere

Gubernur Rhode Island Gina Raimondo tidak ingin Twin River Worldwide Holdings yang mengoperasikan hotel dan resort sekaligus operator tunggal casino dan hotel di Rhode Island menggantikan International Game Technology sebagai penyuplai permainan lotere dan togel untuk negara bagian.

Baru-baru ini, Twin River menawarkan kepada Rhode Island 125 juta dollar AS tunai didepan untuk mengambilalih kontrak lotere dan togel dari IGT. Permainan judi togel dan lotere merupakan penghasil pendapatan ketiga terbesar untuk Rhode Island.

"Ini merupakn bisnis yang dimana mereka bisa operasikan dan kelola," kata Raimondo mengenai rencana Twin River. "Ini merupakan sumber penghasil ketiga terbesar di Rhode Island. Saya rasa merupakan hal yang sangat beresiko jika mengalihkan bisnis ini kepada operator yang tidak memiliki rekam jejak di bisnis ini."

Twin River menawarkan untuk menjadi penyuplai Rhode Island setelah mereka melawan keputusan Raimondo yang memberikan secara langsung kontrak lanjutan 20 tahun senilai 1 miliar dollar AS kepada IGT untuk menjalankan dan menyediakan mesin permainan di Rhode termasuk di Tiverton Casino Hotel dan Twin River Casino Hotel yang keduanya merupakan properti yang dimiliki oleh Twin River.

Rhode Island Tolak Operator Hotel Dan Resort Di Negara Bagian Tersebut Mengelola Permainan Lotere

Pada awal bulan lalu, Twin River menyebutkan bahwa keputusan Raimondo merupakan sebuah perjanjian anti-kompetisi karena tidak mengizinkan penawaran kontrak dan dianggap hal yang buruk untuk para pembayar pajak di Rhode Island.

Twin River mengatakan bahwa peraturan di Rhode Island mengizinkan 1 perusahaan mesin permainan untuk hanya mengontrol sebanyak 50% mesin di negara bagian akan tetapi yang dimiliki oleh IGT telah hampir mencapai 85 persen. Operator casino dan resort di Rhode Island dan juga Delaware dan Mississippi tersebut menegaskan bahwa Rhode Island Lottery mencari cara lain mengizinkan IGT untuk hampir mendominasi pasar mesin permainan di Rhode Island.

Sebagai tambahan, Twin River mengklaim bahwa mesin IGT menghadirkan konsep yang telah tua dengan perputaran yang rendah sehingga menyebabkan berkurangnya potensi pendapatan untuk negara bagian dibanding dengan produk yang dibuat oleh perusahaan persaing.

Twin Hotel dengan penawaran 125 juta dollar AS untuk mengambilalih posisi IGT menjadi bentuk ketidakpuasan terhadap posisi IGT di negara bagian. Lebih dari 1.100 pekerjaan akan terancam jika posisi IGT diganti.

Keputusan Raimondo tersebut juga menuai kritik termasuk dari Ketua Dewan Kota Rhode Island Nicholas Mattiello yang berasal dari partai yang sama dengan Raimondo mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Raimondo adalah bentuk sekresi dan ketika sang gubernur siap dirinya diharapkan membawa proposal ke dewan yang dimana akan tinjau oleh legislatif.

Salah satu alasan dari Raimondo yang bersikeras untuk menolak mempertimbangkan Twin River adalah karena status dari Twin River yang saat ini telah berstatus sebagai perusahaan publik.

"Mereka dimiliki oleh banyak perusahaan pengelolaan dana. Saya pikir adalah entitas dari New York," kata Raimondo.

Ketika banyak perusahaan pengelolaan dana menjadi pemilik saham dari Twin River dan menjadi kelompok dengan kepemilikan terbesar akan tetapi juga banyak investor profesional yang memegang saham Twin River.

Alasan bahwa Twin River sebagai perusahaan publik dianggap dibuat-buat karena Raimondo sendiri merupakan mantan pengelola keuangan selain itu IGT yang ditunjuk juga merupakan perusahaan publik yang diperdagangkan untuk umum.

Beberapa perusahaan pengelolaan dana juga menjadi investor terbesar di IGT termasuk didalamnya HG Vora Capital Management yang dimana juga menjadi pemilik utama di Twin River.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar