Responsive Ads Here

Minggu, 11 Agustus 2019

Pemprov Sumsel Perbanyak Homestay Karena PD Dengan Peningkatan Wisatawan

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan percaya diri dapat meningkatkan jumlah wisatawan dan turis dengan menyediakan berbagai destinasi wisata baru baik dari lokasi atau atraksi karenanya, Pemprov akan memperbanyak pembangunan homestay baru terutama di kawasan destinasi wisata dengan menggandeng penduduk lokal dengan memberikan kredit bunga ringan.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Aufa Syahrizal menjelaskan bahwa jumlah homestay akan diperbanyak dengan cara memberdayakan masyarakat lokal yang tinggal di dekat destinasi wisata.

Nantinya para pemilik akan dibina untuk mengelola homestay dengan baik dengan melengkapi fasilitas kamar, tempat mandi hingga kebersihan dan keamannya. Untuk para warga lokal yang terkendala dana akan dibantu dengan bantuan kredit bunga rendah dari BPD Sumsel.

"Semakin banyak tentunya akan semakin bagus sehingga dapat memberdayakan ekonomi masyarakat lokal karena tidak semua daerah memiliki hotel dan penginapan yang memadai baik dalam layanan hingga jumlah kamar yang disediakan," kata Aufa.

Pemprov Sumsel Perbanyak Homestay Karena PD Dengan Peningkatan Wisatawan

"Dengan memberdayakan homestay ini secara tidak langsung juga menjadi bentuk pelayanan kepada wisatawan yang datang sehingga mereka dapat mempertimbangkan untuk berkunjung kembali," lanjutnya.

Dirinya mencontohkan destinasi Bukit Serelo, Kabupaten Lahat yang jaraknya cukup jauh dari Palembang. Kebanyakan wisatawan berkunjung ke Serelo karena ingin melihat sunrise akan tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai puncak karena membutuhkan jalan kaki 2 jam dari desa terdekat yaitu Desa Merapi Selatan.

"Wisatawan tentunya membutuhkan tempat untuk menginap seperti homestay. Selama ini tidak adanya penginapan membuat wisatawan harus memanfaatkan rumah warga," katanya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa berdasarkan pada Disbudpar Sumsel, jumlah homestay yang ada saat ini dan terdaftar adalah sekitar 190 unit. Akan tetapi jumlah sebenarnya dari homestay yang beroperasi disinyalir diatas itu karena masih banyak yang tidak mendaftarkan usahanya ke pemerintah setempat.

Sementara itu, Ketua Homestay Palembang, Ridwan menjelaskan bahwa Homestay di Palembang membutuhkan bantuan dari pemerintah baik untuk pemasaran hingga fasilitas.

"Sebenarnya homestay membutuhkan bantuan yang cukup banyak mulai dari kekurangan penghuni fasilitas," jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar