Responsive Ads Here

Sabtu, 08 Februari 2020

Pemkot Yogyakarta Masih Menunggu Pemilik Yang Ajukan Alih Fungsi Bangunan Menjadi Guest House

Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota Yogyakarta menyatakan bahwa wilayahnya saat ini belum menerima pengajuan izin alih fungsi bangunan menjadi guest house. Padahal izin tetap dibuka ditengah adanya moratorium izin pembangunan hotel baru.

"Izin alih bangunan untuk guest house tetap dibuka asalkan perubahan fungsi ini pada bangunan yang telah memiliki IMB. Bukan membangun bangunan baru akan tetapi mengalih fungsikan bangunan lama," kata Kepala Bidang Pelayanan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota Yogyakarta, Gatot Sudaromono.

Menurut Gatot, beberapa investor telah melakukan konsultasi terkait pengurusan izin guest house akan tetapi sejauh ini belum ada yang benar-benar mengajukan permohonan.

Berdasarkan pada Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 111 Tahun 2019, Pemkot Yogyakarta memutuskan untuk memperpanjang moratorium izin pembangunan hotel baru di Kota Yogyakarta.

Pemkot Yogyakarta Masih Menunggu Pemilik Yang Ajukan Alih Fungsi Bangunan Menjadi Guest House

Moratorium pemberian izin pembangunan hotel baru ini telah dilakukan sejak 2014. Akan tetapi, semenjak 2019 dikecualikan untuk pembangunan hotel bitang empat keatas, serta guest house ataupun akomodasi lain selain hotel.

"Untuk investor yang mengajukan izin pembangunan hotel bintang empat dan lima juga tidak ada hingga saat ini," jelasnya.

Pemerintah Kota Yogyakarta telah menerbitkan peraturan tambahan terkait dengan syarat yang harus dipenuhi oleh investor atau para pelaku usaha apabila ingin mendirikan hotel bintang empat dan lima ataupun perubahan fungsi bangunan menjadi guest house dengan menerbitkan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 22 Tahun 2019.

"Syaratnya memang cukup ketat dan detail. Mungkin ini yang menjadi penyebab sampai saat ini tidak ada pelaku usaha yang mengajukan izin," jelasnya.

Walaupun begitu, Gatot mengatakan bahwa masih ada pelaku yang menjalankan guest house tanpa memiliki izin dari Pemerintah Kota Yogyakarta yaitu salah satunya dengan bekerjasama dengan operator hotel virtual dengan menyewakan kamar melalui aplikasi.

"Bisa saja menyewakan rumah yang awalnya untuk hunian menjadi guest house. Padahal untuk dapat menjadi guest house itu terdapat banyak persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu seperti perubahan fungsi bangunan," katanya.

Perubahan yang dimaksud antaranya adalah memenuhi fasilitas pendukung seperti parkir tamu, kantor, area publik, toilet umum dan area khusus untuk makan dan minum.

Pihaknya mengharapkan bahwa para pelaku usaha dapat memenuhi semua ketentuan perizinan sebelum menjalankan usahanya. Mereka dapat melakukan pengurusan izin melalui online single submission yang dimiliki oleh Pemkot Yogyakarta.

Syarat awal untuk mendaftar izin di OSS adalah kepemilikan IMB dengan fungsi bangunan yang sesuai, sertifikat layak fungsi untuk bangunan dan izin lingkungan. Pelaku usaha juga akan diminta untuk mengurus izin operasional dan komersial sesuai dengan sektor usaha yang akan dijalankan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar