Responsive Ads Here

Sabtu, 22 Februari 2020

Okupansi Hotel Di Beberapa Destinasi Bali Anjlok Hingga 80 Persen Karena Virus Corona Di China

Dampak penyebaran virus corona di Wuhan, Hubei, China semakin terasa unutk sektor pariwisata di Bali terutama setelah pemerintah menutup sementara penerbangan dengan rute tujuan China dan sebaliknya.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menjelaskan bahwa bisnis perhotelan di Bali mulai mendapatkan dampak dari penutupan sementara penerbangan rute tujuan China dan sebaliknya.

Tidak tanggung-tanggung, dampak langsungnya adalah pada tingkat keterisian atau okupansi hotel di Bali yang turun 60 hingga 80 persen terutama untuk kawasan yang menjadi favorit dari turis china seperti Nusa Dua, Kuta dan Legian.

Padahal, pada hari-hari sebelumnya pada tahun lalu, penurunan okupansi hotel tidaklah lebih dari 18 persen. Menurut Tjokorda, turunnya okupansi hotel karena turis China adalah penyumbang pendapatan sektor pariwisata tertinggi di Bali.

Okupansi Hotel Di Beberapa Destinasi Bali Anjlok Hingga 80 Persen Karena Virus Corona Di China

"Ini kawasan yang disukai oleh wisatawan asal China sehingga penurunan okupansi yang tadinya 18 persen itu sekarang daapt kehilangan okupansi 60 hingga 80 persen," jelasnya.

Karena terlalu fokus pada wisatawan China, beberapa hotel bahkan hanya memiliki tingkat okupansi sebesar 5 persen setelah penyebaran virus corona terjadi di China.

Sementara untuk hotel yang ebrada di Ubud dan Sanur tidaklah terdampak terlalu banyak dari penyebaran virus corona. Penurunan okupansi di daerah-daerah tersebut hanya sekitar 2-3 persne. Hal ini disebabkan oleh daerah Ubud dan Sanur yang lebih banyak dihuni oleh wisatawan yang berasal dari Eropa dan Australia.

Namun demikian, Tjokorda melanjutkan bahwa dampak dari penghentian penerbangan dari dan ke China memberikan sedikit berkah untuk wisatawan asing dari negara lain ke Bali.

Wisatawan yang sebelumnya memiliki rencana untuk liburan ke China akhirnya mengalihkan perjalannnya ke destinasi lain seperti Bali. Pengalihan perjalanan ini diharapkan dapat menutup kerugian dari bisnis hotel sebanyak 5 persen.

"Sedikit banyak ada lima persen yang tercover oleh wisatawan yang tidak jadi ke China tapi mereka ke Bali," jelasnya.

Hingga 21 Februari 2020, korban meninggal akibat dari virus corona telah mencapai 2.244 orang. Sebanyak 2.233 orang merupakan warga China yang sebagian besar berasal dari Wuhan, Hubei.

Selain itu, jumlah infeksi virus corona di China hingga saat ini telah mencapai 75 ribu orang dan ratusan lainnya yang tersebar di Korea Selatan, Malaysia dan Singapura.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar