Responsive Ads Here

Sabtu, 15 Februari 2020

Forsuba Klarifikasi Masalah Izin Dan IMB Homestay Mojo Surf Camp Pulau Merah Pemkab Banyuwangi

Forum Suara Blambangan atau Forsuba berkirim surat resmi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kabupaten Banyuwangi. Mereka mengklarifikasi IMB dari homestay Mojo Surf Camp Pulau Merah yang ada di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Humas Forsuba, Syaefullah menjelaskan bahwa belakangan terdapat kabar mengenai homestay Moho Surf Camp Pulau Merah menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat. Mulai dari indikasi kepemilikan WNA, berdiri di lahan milik Perhutani KPH Banyuwangi Selatan tanpa izin hingga adanya dugaan penjualan minuman keras ilegal yang memiliki kadar alkohol tinggi.

"Maka dari itu kita menyampaikan klarifikasi ke pihak Dinas Penamanan Modal dan PTSP terkait IMB," kata Syaefullah. Reaksi Forsuba ini adalah bagian dari kepedulian terhadap kemajuan sektor pariwisata Banyuwangi.

Forsuba Klarifikasi Masalah Izin Dan IMB Homestay Mojo Surf Camp Pulau Merah Pemkab Banyuwangi

"Kita mendukung investasi di Banyuwangi terutama investasi yang taat pada hukum yang berlaku," jelasnya.

Dengan surat yang tertanggal 14 Februari 2020, LSM yang anggotanya didominasi oleh mantan anggota Banser tersebut mengharapkan dapat memperoleh kepastian informasi. Dengan begitu Forsuba dapat ikut berperan serta membantu pemerintah dan aparat guna penegakan supremasi hukum di Bumi Blambangan.

Dari pemberitaan yang beredar sebelumnya, masih Syaefullah, Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Nur Budi Susatyo menjelaskan bahwa lokasi homestay yang dikenal dengna nama "A Red Island" ini merupakan objek tanah yang tengah di proses dalam Tukar Menukar Kawasan Hutan. Atas permhohonan masyarakat Dusun Pancer, Desa Sumberaung, Pesanggaran, semenjak tahun 2006 lalu. Sebagai salah satu cara penyelesaian masalah pendudukan kawasan hutan semenjak tahun 1065 dan relokasi pasca bencara tsunami pada tahun 1993.

"Jika TMKH adalah permintaan dari warga Pancer, akan menjadi menarik jika homestay tersebut adalah milik WNA. Si pengelola kami dengar juga bukan warga Pancer, hal ini tentunya semakin menarik kan?," ungkapnya.

Nur Budi, juga menjelaskan bahwa TMKH Pancer masih dalam proses. Karena masih proses TMKH, maka objek tanah, tentu saja masih menjadi bagian dari wilayah dan tanggung jawab Perhutani KPH Banyuwangi Selatan.

"Kita tunggu saja surat balasan dari perizinan," katanya.

Terkait IMB homestay Mojo Surf Camp Pulau Merah, Dinas Penanaman Modal dan PTSP belum memberikan tanggapan apapun. Namun sebelumnya Dinas PU Binamarga Cipta Karya dan Penataan Ruang Banyuwangi mengatakan bahwa pihaknay tidak pernah mengeluarkan Advice Plan untuk membangun homestay Mojo Surf Camp Pulau Merah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar