Responsive Ads Here

Jumat, 31 Januari 2020

Warga Di Desa Lingkar Bandara Akan Dibangunkan Homestay Untuk Menyambut MotoGP Mandalika 2021

Pemerintah pusat bersama dengan pemerintah provinsi berencana untuk membangun homestay untuk warga yang ada di desa lingkar bandara yaitu Desa Penujak, Tanak Awu, Ketara dan Sengkol.

Pembangungan homestay ini menjadi salah satu persiapan dari pemerintah untuk menyambut pergelaran MotoGP Mandalika pada tahun 2021 yang akan datang.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman NTB, Ir. IGB. Sugiharta MT., ketika mendampingi Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah ketika berkunjung ke warga yang tinggal di sekitar lingkar bandara.

Sugiharta mengatakan bahwa pembangunan homestay untuk warga lingkar bandara adalah bagian program dari pemerintah pusat dan didukung oleh Pemprov NTB. Pengerjaan homestay ini akan dimulai pada tahun ini. Hanya saja, ia mengaku bahwa belum mengetahui secara pasti berapa banyak homestay yang akan diberikan oleh pemerintah pusat karena jumlah homestay yang dibangun untuk masing-masing desa sangatlah tergantung pada kondisi lapangan nantinya.

"Yang dibangunkan homestay tidak semua warga. Ada beberapa hal yang harus dipenuhi," jelasnya.

Warga Di Desa Lingkar Bandara Akan Dibangunkan Homestay Untuk Menyambut MotoGP Mandalika 2021

Salah satunya adalah terkait status lahan tempat pembangunan homestay yang harus hak milik dan dapat dibuktikan dengan dokumen pendukung. Selain itu harus ada kesanggupan dari pemilik harus dapat mengelola homestay tersebut serta tidak diizinkan untuk dialihfungsikan.

"Komponen penilaiannya sudah jelas sekali terutama terkait dengan kesanggupan untuk mengelola dan tidak akan dialihfungiskan. Jika warga tersebut sudah pernah bergelut di sektor kepariwisataan akan menjadi nilai tambah," katanya.

Untuk lokasi pembangunannya, lanjut Sugiharta mengatakan tidaklah akan menyebar. Tetapi akan diupayakan terpusat pada satu lokasi yang sama sehingga lokasi homestay akan dinamai sebagai kampung homestay sehingga akan lebih mempermudah para tamu. Harapannya, dengan keberadaan homestay tersebut nantinya dapat memenuhi kebutuhan dari penginapan ketika MotoGP Mandalika diselenggarakan pada 2021 yang akan datang.

"Usulan program pembangunan ini telah kita sampaikan ke pemerintah pusat. Saat ini pemerintah daerah hanya menunggu arahan dari pusat," tegasnya.

Menurutnya, pembangunan homestay ini akan tersedia dua tipe. Untuk homestay yang dibangun oleh pemerintah pusat adalah bangunan baru dengan alokasi anggaran sekitar Rp 80 juta untuk satu unitnya. Sedangkan untuk program dari pemerintah daerah adalah pilot project yang berupa melakukan rehab pada rumah sebagai homestay yang mengalokasikan dana sehitar Rp 35 juta per rumah.

Ditanya mengapa homestay harus dibangun di desa lingkar bandara, Sugiharta menjelaskan bahwa kawasan lingkar bandara oleh pemerintah telah ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional dan statusnya nantinya akan sama dengan kawasan lingkar KEK Mandalika. Selain itu, semua desa yang berada di lingkar bandara telah menyandang status sebagai desa wisata.

Walaupun begitu, pembangunan homestay ini baru tahap awal. Kedepannya, program yang sama akan diperluas hingga menyasar desa wisata lainnya sehingga desa yang ingin mengikuti program pembangunan homestay dari pemerintah dapat mempersiapkan diri sejak saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar