Responsive Ads Here

Rabu, 18 Desember 2019

Pemesanan Hotel Di Singapura Capai Rekor Tertinggi Menyambut LIbur Akhir Tahun

Pemesanan hotel di Singapura diperkirakan akan menembus rekor baru ditengah meningkatknya kedatangan wisatawan yang memilih untuk menghindari aksi protes yang terjadi di Hongkong.

Menurut angka sementara dari Colliers International Group Inc., jumlah transaksi perhotelan mencapai sekitar 5,7 miliar dollar SGP pada 30 November lalu yang dimana merupakan rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Angka ini lebih tinggi lima kali lipat dibandingkan jumlah transaksi pada 2018 dan yang terbesar untuk paling tidak 1 dekade terkahir.

Pemesanan Hotel Di Singapura Capai Rekor Tertinggi Menyambut LIbur Akhir Tahun

Data dari Singapore Tourist Board memperlihatkan bahwa pada kuartal tiga, negara kota tersebut menerima kunjungan mencapai 5 juta orang yang sebagian besar adalah wisatawan yang berasal dari China.

Sejauh ini, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Singapura telah mencapai 15,8 juta jiwa.

Direktur Eksekutif Layanan Penilaian dan Konsultasi Colliers, Govinda Singh mengatakan bahwa aksi protes yang terjadi di Hongkong selama 6 bulan terakhir tanpa diragukan memberikan dampak positif untuk industri pariwisata di Singapura.

"Pembukaan kompleks hiburan baru yang ada di Jewel Changi Airport yang memamerkan air terjun indoor tertinggi di dunia dan dibuka kembalinya Hotel Raffles yang menjadi ikon Singapura ditambah dengan penyelenggaraan GP F1 Singapura juga mendorong pertumbuhan tersebut," jelasnya.

Menurut Kepala Peneliti Kawasan Singapura Colliers, Tricia Song, aksi merger dair beberapa investment trust di bidang real estate yang ada di Singapura juga mendorong transaksi.

Kesepakatan terbesar pada tahun ini adalah pembelian dari Mandarin Orchard dengan nilai 1,2 miliar dollar SGP pasca penggabungan dari OUE Commercial REIT dan OUE Hospitality Trust.

Kelompok ini juga mengakuisisi Hotel Crowne Plaza yang ada di Bandara Changi dengan harga 486 juta dollar SGP yang menjadi kesepakatan nomor tiga terbesar di 2019.

"Dengan menyampingkan krisis ekonomi, prospek jangka pendek untuk pasar perhotelan di Singapura masih cukup menguntungkan," kata Christine Li, Kepala Peneliti di Cushman & Wakefield Plc untuk wilayah Singapura dan Asia Tenggara.

Dengan adanya acara besar dua tahunan dan beberapa agenda pameran yang akan dilakukan, tahun 2020 diharapkan akan menjadi tahun yang lebih menguntungkan lagi bagi industri perhotelan di Singapura.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar