Responsive Ads Here

Sabtu, 23 November 2019

Borobudur Marathon Berhasil Dongkrak Perekonomian Warga Sekitar Borobudur Terutama Homestay

Event lomba lari internasional Borobudur Marathon atau Bormar, mampu memberikan dampak ekonomi yang positif untuk masyarakat sekitar destinasi wisata Candi Borobudur. Meski Bormar ini akan baru akan diadakan pada November, semua homestay di Magelang telah terisi penuh alias full booked sejak Agustus lalu.

Pengelola Homestay Halal Desa Bahasa, Dusun Parakan, Desa Ngargogondo, Hani Sutrisno mengatakan bahwa kamar di homestay miliknya telah dipesan semua dalam rangka Borobudur Marathon 2019 sejak Agustus lalu.

"Kalau tidak salah itu, begitu slot peserta dari Borobudur Marathon ini ditutup, tiga hari kemudian kamar di homestay kami yang berjumlah sekitar 60 kamar ini langsung habis dipesan. Kebetulan itu kami sedang promo waktu itu, yang harga normal Rp 800 ribu menjadi Rp 600 ribu, yang Rp 600 ribu menjadi Rp 500 ribu. Bukan kami saja yang bergembira, homestay yang berada di sekitar Borobudur juga penuh semua," kata pelopor dari Desa Bahasa yang mengedukasi masyarakat lokal untuk mempelajari Bahasa Inggris tersebut.

Borobudur Marathon Berhasil Dongkrak Perekonomian Warga Sekitar Borobudur Terutama Homestay

Diakui oleh Hani, seperti penginapannya, pihaknya juga mendorong warga lainnya untuk menciptakan pelayanan homestay dengan rasa hotel. Artinya, pelayanan dan fasilitas yang ditawarkan oleh homestay ini memiliki standar seperti hotel sehingga tamu dapat merasa nyaman dan betah. Hani mengakui bahwa event Bormar ini sukses untuk membawa dampak positif untuk ekonomi warga Magelang terutama mereka yang tinggal di sekitar Borobudur mulai dari tukang ojek baik itu pangkalan atau online, pedagang, pelaku wisata, pelaku kuliner dan pengelola homestay.

Event ini menurutnya merupakan momentum yang baik untuk memberikan stimulus bagi warga Magelang terutama untuk mengelola penginapan. "Jika saya diberi uang Rp 10 juta untuk mengatakan hal yang negatif mengenai Borobudur Marathon maka saya tidak mau karena pmemang tidak ada hal negatif karena sangat membantu perekonomian warga," tegasnya.

Bahkan Hani Sutrisni meminta kepada Pemkab Magelang untuk ikut menginsiasi pertumbuhan homestay baru di sekitar Borobudur mengingat daya jual Borobudur yang sangat tinggi. "Berdasarkan pada informasi teman yang ada di Yogyakarta iti, ada sekitar 3.000 orang yang menginap di hotel di Yogya pada setiap event Borobudur Marathon. Bukan Yogya-nya yang salah tapi Magelang memang belum memiliki hotel yang banyak dan mumpuni. Ini menjadi tantangan dari pemkab," jelas Hani Sutrini.

Staf marketing Homestay Halal, Nur Aziz mengatakan bahwa pihaknya menyediakan tipe kamar yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan tamu. Dia mencontohkan bahwa dari kelas capsul domitory seharga Rp 100 ribu hingga kelas Family dengan harga Rp 800 ribu. Semua jenis kamar tersebut telah terisi pada event Bormar ini.

"Meskipun tempat tidur kami itu menggunakan pring-bed atau tempat tidur dari bambu tetapi kami akan memberikan layanan terbaik untuk tamu supaya tetap bisa nyaman berada di homestay ini. Seperti serasa berada di hotel berbintang," jelas Aziz.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar