Responsive Ads Here

Jumat, 12 Juli 2019

Kementerian Pariwisata Ingin Homestay Dikembangkan Dengan Menonjolkan Arsitektur Lokal

Kehadiran kearifan lokal dalam bentuk budaya ataupun arsitektur bangunan pada sebuah tempat wisata tidaklah boleh diabaikan begitu saja dalam membangun pariwisata. Jika penduduk pada destinasi wisata tertentu memiliki rumah dengan gaya arsitektur yang unik, alangkah baiknya jika penginapan ataupun homestay di wilayah tersebut diharuskan untuk mengadaptasi bentuk yang serupa.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata Kementerian Pariwisata, Anneke Prasyanti menjelaskan bahwa Kementerian Pariwisata telah menghimbau kepada para pelaku usaha di daerah destinasi wisata mengenai hal ini. Berdasarkan pengamatan dari Lombok yang beberapa waktu lalu mengalami bencana gempat, semua rumah yang menggunakan arsitektur asli Indonesia memilik standard tahan gempa.

Kementerian Pariwisata Ingin Homestay Dikembangkan Dengan Menonjolkan Arsitektur Lokal

"Teman-teman di Lombok paham akan hal itu. Rumah asli yang terbuak dari papan tersebut aman sedangkan rumah yang terbuat dari tembok dari bata dan semen tersebut roboh," kata Anneke. Secara keseluruhan terdapat 580 orang meninggal akibat tertimpa batu bata dari dinding rumah yang roboh.

Oleh karena itu, Anneke menjelaskan bahwa pembangungan sarana pariwisata haruslah memperhatikan dan membawa kearifan lokal sebagai yang terdepan karena selain menonjolkan sisi budaya juga karena ketahanan akan gempa yang cukup tinggi. "Kalau rumah panggung dan rumah kayu itukan ikut bergoyang ketika gempa berbeda dengan rumah batu yang memang dibuat untuk menahan. Orang didalamnya aman. Contohnya rumah dari Lalu Muhammad Zohri yang aman sedangkan rumah disebelah kanan dan kirinya hancur," ujar Anneke.

Menurut Anneke selain cukup aman, arsitektur yang berasal dari kearifan lokal tersebut merupakan aset bagi Indonesia untuk memajukan industri pariwisata yang dimiliki. Kementerian Pariwisata menargetkan untuk dilakukan pembangunan sebanyak 10 ribu kamar untuk kategori homestay hingga tahun 2019 ini. Saat ini sudah terealisasikan sebanyak 4.776 kamar diseluruh Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar