Responsive Ads Here

Jumat, 26 Juli 2019

Homestay Di Dieng Ini Hadirkan Konsep Homestay Ramah Lingkungan

Dieng sebagai salah satu destinasi wisata tentunya memiliki cukup banyak variasi akomodasi dan penginapan yang dimana salah satunya adalah homestay. Homestay di Dieng tergolong inovatif karena saat ini sudah dibuka homestay yang mengusung konsep ramah lingkungan.

Homestay yang bernama Mikroba tersebut berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Bangunan dari homestay ini memiliki konsep yang tidak biasa yaitu menggunakan bambu apus dan petung. Bentuknya pun dibuat seperti rumah panggung dengan kamar mandi terdapat dibawah kamar.

Homestay Di Dieng Ini Hadirkan Konsep Homestay Ramah Lingkungan

Homestay Mikroba ini mengambil lokasi ditengah ladang kentang yang dimana bangunan bagian depan digunakan sebagai teras untuk menikmati kopi. Sejauh ini, Mikroba hanya menyediakan 5 kamar yang dapat disewa.

"Sejauh ini baru ada 5 kamar saja. Setiap kamar memiliki kapasitas kurang lebih mencapai 4 hingga 6 orang. Terdapat juga satu kamar berukuran besar yang dapat menampung sekitar 8 hingga 10 orang," kata pengelola homestay Mikroba, Diqdu Subagyo.

Dirinya mengaku bahwa konsep ini sengaja dibuat untuk menggalakan kesadaran amsyarakat akan lingkungan baik untuk masyarakat Dieng ataupun para pengunjung terutama saat ini pembangunan Dieng masihlah belum tertata rapi dan terarah. Homestay ini baru dioperasikan sekitar 2 bulan dan semuanya menggunakan bambu sebagai material utama mulai dari tiang fondasi, pagar hingga atap.
"Total menggunakan 1.500 bambu yang jenisnya adalah bambu apus dan petung," jelasnya.

Homestay Di Dieng Ini Hadirkan Konsep Homestay Ramah Lingkungan

Selain alami, homestay ini juga menonjolkan suasana perkampungan seperti wisatawan yang akan diajak keluar pada malam hari untuk menikmati perapian sambil menyantap jagung bakar dengan wisatawan lain ditengah suasana dingin Gunung Dieng.

Homestay ini sendiri telah dipesan oleh pengunjung yang ingin mengikuti Dieng Culture Festival 2019 yang akan diadakan pada awal Agustus mendatang. Bahkan, sudah ada beberapa wisatawan yang memesan homestay ini untuk Dieng Culture Festival di tahun 2020.

"Untuk DCF tahun ini dan tahun depan sudah dipesan semua. Jadi kalau mau mencoba harus diluar waktu dari DCF," jelasnya.

Didalam kamar disediakan selimut dan sleeping bag yang dapat digunakan sebagai penghangat. Satu unit kamar homestay Mikroba ini dibanderol dengan harga Rp 250 untuk 2 orang per malam.

"Kalau untuk 2 orang itu permalam nya Rp 250 ribu sedangkan untuk lebih itu hanya Rp 350 ribu. Didalamnya kan terdapat dua kasur diatas dan 2 dibawah," jelas Diqdu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar