Responsive Ads Here

Senin, 03 Juni 2019

Kerjasama Dengan OYO Hotels Diharapkan Awal Kebangkitan Hotel Low Budget Yogyakarta

Jaringan hotel asal India, OYO Hotels mulai melebarkan sayap usaha yang mereka miliki dengan melakukan ekspansi ke Yogyakarta. Dalam ekspansi nya ini, OYO membidik hotel low budget tradisional di Yogya yang mengalami masa suram karena gempuran dari industri hotel modern dan juga pemilik modal besar agar dapat kembali bangkit.

Head Of PR and Communication OYO Indonesia Meta Rostiawati mengatakan bahwa Yogya merupakan salah satu kota wisata yang sudah sangat terkenal hingga mancanegara sehingga seharusnya hotel low budget tradisional yang dikelola oleh warga dapat berkembang. Sebaliknya, hotel-hotel tersebut saat ini tengah terpuruk karena tidak bisa bersaing dengan jaringan hotel internasional yang lebih modern dan juga hotel berbintang yang dimiliki oleh pemodal besar.

Kerjasama Dengan OYO Hotels Diharapkan Awal Kebangkitan Hotel Low Budget Yogyakarta

Kebanyakan hotel tersebut akhirnya tutup dan hanya menyisakan sedikit yang dapat bertahan ditengah kompetisi yang begitu ketat dibidang akomodasi ini. Padahal menurut Meta, hotel tersebut dapat bertahan jika dikelola dengan benar karena hotel konvensional ini merupakan bagian dari penggerak perekonomian yang secara langsung bersentuhan warga sekitar.

Penggunaan teknologi dan pemasaran yang tepat ditambah beberapa fasilitas dasar dari sebuah hotel akan membuat hotel-hotel low budget ini berkembang. OYO Hotels, menurut Meta, sengaja hadir untuk membantu para pemilik hotel low budget tradisional ini untuk dapat bersaing ditengah era digital seperti ini. Kebanyakan hotel murah yang dimiliki oleh warga ini kolaps karena tidak bisa mengikuti perubahan zaman yang begitu cepat.

"Banyak hotel low budget yang lokasinya sangat tersembunyi sehingga para wisatawan yang mencari hotel dengan harga terjangkau menjadi tidak tahu padahal secara lokasi cukup strategis yaitu dekat Malioboro," kat Meta.

Terdapat juga hotel yang berada agak jauh dari tengah kota akan tetapi memiliki fasilitas yang baik dan kondisi hotel yang cukup nyaman akan tetapi tidak banyak wisatawan yang mengetahui hotel tersebut. Hotel-hotel ersebut menurutnya harus didorong dengan promosi dan juga peningkatan kualitas SDM dari manajemennya terutama saat ini cukup banyak wisatawan mancanegara yang mencari pengalaman baru ketika traveling.

Hotel low budget bisa menjadi pilihan wisatawan hanya pada saat tertentu seperti peak sesaon yang dimana tingkat okupansi hotel sudah tinggi sehingga tidak ada lagi kamar yang tersedia padahal dengan harga yang cukup kompetitif yang berkisar dari 150 ribu hingga 250 ribu per malam tentunya tidak sulit bagi hotel low budget tersebut untuk merebut pangsa pasar dengan hotel modern atau berbintang.

Kerjasama Dengan OYO Hotels Diharapkan Awal Kebangkitan Hotel Low Budget Yogyakarta

"Hotel low budget ini hanya mengharapkan peak season atau ketika hotel modern dan berbintang penuh. Mereka tidak pernah melihat bahwa dengan harga yang mereka tawarkan akan cukup banyak wisatawan yang datang ke hotel mereka karena tidak semua wisatawan itu mencari hotel yang mahal dengan harga Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000 per malam akan tetapi karena mereka tidak tahu dimana hotel yang lebih murah sehingga mereka mau tidak mau harus menginap disana," papar Meta.

Region Head Java OYO Indonesia Bayu Seto mengatakan bahwa saat ini telah ada 67 hotel low budget di Yogyakarta yang bekerja sama dengan OYO.

"Semua kerjasama tersebut merupakan kerjasama yang saling menguntungkan. Hotel low budget tersebut tidak diwajibkan mengganti nama sesuai yang OYO inginkan. Mereka boleh tetap menggunakan nama yang mereka gunakan. Yang kami bantu adalah peningkatan SDM serta edukasi terhadap teknologi-teknologi perhotelan terbaru. Jika hotel tersebut membutuhkan peningkatan dari segi fasilitas akan kami beritahu kepada pemiliknya seperti cat ulang hotel, renovasi kamar supaya memenuhi standard hotel ataupun penambahan fasilitas minimum seperti AC dan kamar mandi didalam kamar. Yang penting dari OYO adalah tidak menghilangkan karakteristik dari hotel konvensional tersebut," kata Bayu.

Hotel yang telah bekerjasama dengan OYO secara otomoatis akan masuk kedalam jaringan pemasaran OYO. Pemasaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan tingkat okupansi dari hotel low budget ini. Saat ini secara total sudah terdaapt 500 hotel yang bekerjasama dengan OYO semenjak pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 2018. OYO sendiri telah beroperasi di berbagai belahan dunia kecuali Afrika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar