Responsive Ads Here

Selasa, 09 Juni 2020

Homestay Di Simeulue Sepi Akibat Dari Dampak COVID-19

Sektor pariwisata di Kabupaten Simeulue terpukul dampak dari COVID-19. Kunjungan wisatawan lokal ataupun mancanegara tampak sepi pasca pelarangan kunjungan yang dilakukan pada April 2020.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue, Abdul Karim menyebutkan bahwa dampak COVID-19 sangat dirasakan oleh pelaku industri pariwisata terutama resort, restoran dan homestay terlihat sepi di Simeulue.

Bahkan terdapat beberapa resort dan homestay yang terpaksa harus merumahkan pekerjaanya karena tidak memiliki sumber pendapatan yang dapat digunakan untuk menggaji karyawan.

Dijelaskan oleh Abdul Karim, pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan telah melaporkan data kegiatan usaha pariwisata yang terdampak oleh COVID-19 ke Kementerian Perekonomian melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Homestay Di Simeulue Sepi Akibat Dari Dampak COVID-19

"Ini sesuai dengan permintaan dari Kemenpar RI untuk data yang ada di Kabupaten Simeulue. Namun, hingga saat ini belum ada respon dan langkah yang jelas untuk mengatasi keluhan ini," kata Abdul Karim.

Ia menambahkan bahwa dengan mulai menurunnya penyebaran COVID-19 dan pemerintah yang mulai memberikan kelonggaran dan memberlakukan new normal menjadi langkah yang positif bagi sektor pariwisata.

"Harapan kita semua semoga berbagai bencana yang menimpa negeri ini akan segera berakhir sehingga aktivitas dapat kembali berjalan dengan lancar.

Kepada pemilik usaha wisata kami dorong masyarakat untuk bersabar dan bagi para pelaku usaha untuk dapat menjaga keamanan usahanya. Yakinlah, kondisi ini akan segera normal," pesan Abdul Karim.

Sementara itu, lanjutnya, untuk destinasi wisata rekreasi yang mulai bergerak, pihaknya mengimbau untuk dapat tetap mengikuti imbauan pemerintah untuk menjaga kebersihan lokasi destinasi wisata rekreasi dan mempraktekan social distancing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar